Digital Marketing Jadi Cara Ampuh Hadapi Kebuntuan di Era Pandemi

Oleh Liputan6.com pada 14 Mei 2020, 02:07 WIB
Diperbarui 15 Mei 2020, 01:05 WIB
Digital Marketing Jadi Cara Ampuh Hadapi Kebuntuan di Era Pandemi

Liputan6.com, Jakarta - Pandemi COVID-19 berdampak hampir ke segala sektor kehidupan. Karena Pandemi, banyak pelaku usaha terpukul, tutup dan merugi. Namun, selalu ada harapan di tengah pandemi.

Agung Hari Prabowo founder Platinoom mengatakan, saat ini pelaku usaha dituntut jeli dalam melihat peluang dan memaksa diri untuk belajar digital marketing dengan serius.

Menurut pria yang menekuni bidang digital marketing sejak tahun 2006 ini, terlebih dengan ditambah aturan social dan physical distancing tentu ini akan menjadi “the new normal” dalam masyarakat. "Nah, disinilah kita dituntut untuk beradaptasi dengan cepat atau mati," ujar Agung dalam keterangannya.

Kalau mengacu data dari Google, ada kenaikan pembelanjaan online di masa pandemi, terlihat spike terjadi di bulan Maret ini. Artinya orang yang tadinya tidak nyaman belanja online sekarang mulai “membiasakan” untuk berbelanja online.

“Makanya tidak heran di saat bisnis lainnya drop, justru bisnis yang lain malah naik dan ini dirasakan juga oleh kami sebagai pelaku usaha,” terangnya.

Agung menjelaskan, “Sekarang belajar online digital marketing itu sudah enak, banyak tutorial gratis bertebaran di platform Youtube. Berbeda dengan ketika awal saya belajar digital marketing yang benar-benar minim informasi. Beruntung orang-orang yang belajar digital marketing saat ini, sebab banyak kemudahan".

Digital Marketing Jadi Cara Ampuh Hadapi Kebuntuan di Era Pandemi
Digital Marketing Jadi Cara Ampuh Hadapi Kebuntuan di Era Pandemi. foto: istimewa

Lalu, bagaimana cara Agung membawa pengunjung ke situs yang menjual produknya? "Sekarang mudah, bisa menggunakan layanan paid traffic seperti Facebook Ads,” jelasnya.

Alasannya sederhana, hal ini bisa lebih menjangkau seluruh customer yang ada di Indonesia bahkan di dunia. “Intinya, kita yang tawarkan produknya dan kita yang jemput bola,” jawabnya.

Dirinya menegaskan, prospek pasar online ke depan akan sangat crowded karena banyak yang berpindah haluan pemasaran dari offline ke online. "Jadi ini peluang yang bisa dimanfaatkan secara maksimal," pungkas Agung.