Cegah Corona Covid-19, Tak Ada Perayaan Waisak di Candi Borobudur dan Mendut

Oleh Liputan6.com pada 07 Mei 2020, 13:01 WIB
Diperbarui 07 Mei 2020, 13:01 WIB
Candi Borobudur
Perbesar
Stupa-stupa Budha terlihat di candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah, Indonesia 10 Mei 2016. Menurut Kepala Balai Konservasi Borobudur Marsis Sutopo untuk mengajukan arsip sebagai Memory of the World tidak bisa tunggal. (AFP Photo/Goh Chai Hin)

Liputan6.com, Jakarta - Guna mencegah penyebaran corona Covid-19, umat Buddha tahun ini tidak menyelenggarakan perayaan Hari Waisak di Candi Borobudur dan Candi Mendut.

Sekretaris Wihara Mendut Wahyu Utomo di Magelang, Rabu, 6 Mei 2020 menyampaikan perayaan Waisak 2564 BE/2020 berbeda dengan Waisak tahun-tahun lalu. Mengingat kini diperingati di tengah pandemi corona Covid-19.

"Biasanya kami di Candi Mendut dan Candi Borobudur ada acara nasional dihadiri ribuan umat, tetapi tahun ini kita mengikuti imbauan dari pemerintah dan juga institusi tertinggi kami yaitu melaksanakan Waisak di rumah," katanya dilansir Antara, Kamis (7/6/2020).

Wahyu menjelaskan perayaan Waisak di wihara hanya orang-orang tertentu dengan jumlah terbatas.

"Jadi prosesi dari Mendut ke Borobudur seperti tahun-tahun kemarin tidak ada. Tahun ini memang tidak mengadakan prosesi tersebut sesuai dengan anjuran pemerintah untuk tidak berkerumun," tambahnya.

 

Beribadah di Rumah

Candi Borobudur
Perbesar
Gambar ini diambil pada 10 Mei 2016 menunjukkan matahari terbit di atas Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah. (GOH CHAI HIN / AFP)

Ia juga menyebut pada Waisak tahun ini masing-masing majelis memiliki tema sendiri, namun hal tersebut tak menjadi masalah.

"Kami dari Majelis Theravada temanya adalah 'Kegotongroyongan untuk menjaga persatuan dan keamanan di Negara Indonesia'," jelas Wahyu.

Ia turut mengimbau umat Buddha tak perlu merayakan Waisak di wihara untuk menghindari berkerumun, namun cukup merayakannya di rumah.

"Intinya Waisak adalah kembali lagi kita mengingat apa yang dilakukan Sang Buddha sehingga melaksanakan peribadatan di dalam rumah pun tidak menjadi masalah, yang paling penting adalah kembali mengulang yang pernah diajarkan oleh Buddha," tambahnya.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓