Cerita 6 Turis Kepepet Tinggal di Gua Setelah Terjebak Saat Liburan di India

Oleh Asnida Riani pada 06 Mei 2020, 17:05 WIB
Diperbarui 06 Mei 2020, 17:05 WIB
Ilustrasi
Perbesar
Ilustrasi gua. (dok. pexels.com/Jeremy Bishop)

Liputan6.com, Jakarta - Total enam turis telah dipindahkan ke ashram di India setelah mereka ditemukan melakukan swakarantina di sebuah gua di bawah aturan lockdown yang berlaku terhitung 24 Maret 2020.

Mengutip laman Lonely Planet, Selasa, 5 Mei 2020, empat lelaki dan dua perempuan yang merupakan warga negara Prancis, Ukraina, Turki, Nepal, dan Amerika Serikat tersebut ditemukan di sebuah gua di bagian utara kota Rishikesh.

Rishikesh terkenal sebagai Ibu Kota Yoga Dunia dan merupakan lokasi yang menginspirasi album The Beatles, White Album.

Berdasarkan laporan BBC, turis-turis tersebut menetap di hotel dan hostel saat tiba sekitar tahun lalu, namun harus mengahadapai kesulitan finansial, terlebih setelah lockdown diberlakukan.

"Sebelum isolasi total, mereka menetap di sebuah hotel di Muni Ki Reti, tapi mereka pindah ke gua karena kehabisan uang," kata Inspektur Rajendra Singh Kathait saat dikonfirmasi Agence France-Presse.

Kendati demikian, keenam turis tersebut masih punya uang untuk membeli makanan dan kebutuhan lain. AFP melaporkan bahwa keenam turis yang ditemukan di sebuah gua di India ini telah menjalani tes dan dinyatakan negatif corona COVID-19.

2 dari 3 halaman

Upaya Pemulangan Turis

Wisata India
Perbesar
Rishikesh, Uttarakhand, India. (dok. unsplash/@praveen0208)

Kendati negatif corona COVID-19, enam turis tersebut tetap akan menjalani karantina mandiri selama 14 hari di ashram tersebut. Kebijakan lockdown di negara Asia Selatan tersebut tercatat membuat turis asing terjebak dan liburan mereka tak bisa berlanjut.

Untuk membantu mereka pulang, Kementerian Pariwisata India telah merilis laman khusus bernama Stranded in India yang menghubungkan para turis dengan layanan pemulangan. Juga, ada hotline yang didedikasikan untuk mengakomodir servis tersebut.

"Kami sangat berkomitmen pada keselamatan semuanya. Bila Anda turis asing yang berada di India di masa pademi COVID-19, kami bisa bantu untuk terhubung dengan pihak tertentu," begitu keterangan yang tertulis di laman tersebut.

Setidaknya sudah ada 17 penerbangan dengan pemulangan empat ribu warga Inggris dari India antara 17--27 April 2020, juga turis asal Australia yang pulang dengan penerbangan sewaan sejak 12 April 2020.

Departemen Negara Bagian Amerika Serikat mengonfirmasi bahwa ada empat ribu warga negara mereka telah kembali dari India.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓