Destinasi Populer di Italia Bakal Tanggung Setengah Biaya Penerbangan Para Turis Usai Pandemi Corona

Oleh Asnida Riani pada 04 Mei 2020, 14:01 WIB
Diperbarui 04 Mei 2020, 14:01 WIB
Wisata Italia
Perbesar
Tonnara di Scopello, Scopello, Sisilia, Italia. (dok. unsplash @nattyflo)

Liputan6.com, Jakarta - Berbicara tentang masa setelah pandemi corona COVID-19, terlepas dari benar-tidaknya bakal ada normal yang baru, berbagai pihak berupaya pulih dari dampak wabah, termasuk salah satu destinasi popular di Italia, Sisilia.

Pulau di Laut Mediterania ini punya strategi tersendiri untuk menarik turis usai semuanya dinyatakan aman. Mengutip laman Lonely Planet, Senin (4/5/2020), upaya yang dilakukan primadona wisata Italia ini, yakni membayar setengah biaya penerbangan, serta beberapa aktivitas kultural.

Pemerintah setempat jugamenyatakan akan membayar satu dari setiap tiga malam biaya penginapan. Berdasarkan laporan Times, alokasi dana yang disiapkan dalam upaya promosi ini mencapai 50 juta euro atau setara Rp830 miliar.

Sementara, voucer untuk beberapa aktvitas kultural dan sejarah di Sisilia akan segera tersedia di laman pariwisata resmi mereka setelah perbatasan resmi dibuka, juga kondisi dinyatakan aman.

Salah satu destinasi di Italia ini ditaksir menelan kerugian 1 miliar dolar Amerika atau setara Rp15,1 triliun di bidang pariwisata sejak Italia menutup perbatasan pada 10 Maret 2020.

Masuki Fase Kedua Lockdown

Wisata Italia
Perbesar
Castelmola, Sisilia, Italia. (dok. unsplash @annina1979)

Melihat angka kerugian yang begitu besar, pemerintah Sisilia berharap strategi mereka untuk mendatangkan turis bisa berhasil, walau bertahap.

Italia dilaporkan tengah berada di fase kedua lockdown dengan beberapa aturan dilonggarkan terhitung Senin (4/5/2020). Taman-taman akan kembali buka, berikut pula restoran walau hanya melayani takeaway.

Kendati, seruan untuk tetap menghabiskan sebagian besar waktu di rumah tetap nyaring terdengar. Menteri Pariwsata dan Budaya Italia Dario Franceschini mengatakan, wisata domestik adalah yang paling mungkin dalam beberapa bulan ke depan. 

"Terlebih bakal ada liburan musim panas sebentar lagi," ungkapnya. Kendati demikian, pihaknya tengah merancang prosedur agar para pelancong tetap aman, termasuk perihal social distancing di pantai-pantai.

Aturan yang sementara diperkenalkan adalah memesan kursi di pantai dan akan dihubungi kapan waktu berkunjung untuk menghindari kerumunan dengan terlalu banyak orang.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓