Hadiah bagi Para Tenaga Medis yang Tunda Pesta Pernikahan karena Merawat Pasien COVID-19

Oleh Dinny Mutiah pada 04 Mei 2020, 11:01 WIB
Diperbarui 04 Mei 2020, 11:01 WIB
Ilustrasi Menikah
Perbesar
Ilustrasi menikah (dok. Pixabay.com/Putu Elmira)

Liputan6.com, Jakarta - Siapa yang sabar akan mendapatkan hasil yang manis. Pelajaran itu yang dialami Wu Xianbing setelah pesta pernikahannya ditunda oleh sang istri, Chen Mei, karena ia harus menyelamatkan nyawa pasien Covid-19.

Chen diketahui sebagai perawat di RS Renji yang berafiliasi dengan Shanghai Jiao Tong University School of Medicine. Ia mendaftarkan diri sebagai anggota tim medis darurat untuk membantu Wuhan, kota yang diyakini sebagai sumber pandemi virus corona baru.

Chen dan sang istri sebenarnya berencana untuk menggelar pesta pernikahan pada Festival Musim Semi. Namun, panggilan tugas membuat pasangan yang baru saja menikah harus terpisah hingga tiga bulan lamanya.

"Kami tahu ini sulit tapi inilah hal yang benaar yang harus dilakukan," kata Chen yang telah menyelesaikan proses karantina mandiri 14 hari dan hasil tes negatif COVID-19 setelah kembali ke Shanghai pada pertengahan April, dikutip dari China Daily, Senin (4/5/2020).

Pasangan Chen dan Wu akhirnya berhasil menyelenggarakan pesta pernikahan yang dinantikan. Mereka tak sendiri, tetapi bersama sembilan pasangan lain yang juga berasal dari RS Renji. 

Pihak rumah sakit mengapresiasi pengorbanan para tenaga medis itu dengan sebuah hadiah manis. Mereka menggelar pesta resepsi massal pada 1 Mei 2020 di sebuah hotel bersejarah untuk mengenang cinta mereka dan kontribusi tanpa pamrih selama pandemi Covid-19.

Hotel Waldorf Astoria Shanghai yang menjadi tempat acara didekorasi dengan pita dan buket bunga. Sementara, pasangan pengantin berbusana senada. Pengantin perempuan mengenakan gaun putih, sementara pengantin laki-laki memakai setelan jas hitam.

2 dari 3 halaman

Undangan Terbatas

Hadiah bagi Para Tenaga Medis yang Tunda Pesta Pernikahan karena Merawat Pasien COVID-19
Perbesar
Pesta resepsi para tenaga medis RS Renji. (dok. Facebook Shanghai Jiao Tong University/https://web.facebook.com/sjtu1896/photos/pcb.1306930249497317/1306930209497321/?type=3&theater/Dinny Mutiah)

Pesta itu hanya dihadiri oleh keluarga dan sahabat dekat mengingat aturan jaga jarak sosial masih berlaku. "Hampir tiga bulan lalu, pengantin perempuan mengenakan seragam perawat putih alih-alih mengenakan kerudung pengantin putih. Kini mereka sudah kembali, sangat penting bagi kami menggelar perayaan untuk mereka," kata Xia Qiang, kepala pesta RS Renji.

Ia menambahkan, "Saya berharap mereka akan belajar untuk menghormati, bertoleransi, mengerti, dan mendukung satu sama lain, setelah mereka melalui pengalaman khusus sejak awal pernikahan mereka."

Gao Yang (29), pengantin lainnya, berjanji untuk melakukan semua pekerjaan domestik di masa depan setelah perjalanannya ke Wuhan memberinya gambaran pekerjaan yang dijalani sang istri, Zhang Lin.

"Dia sangat sibuk meski untuk membalas WeChat sepanjang waktunya di Wuhan. Jadi, aku mengirimkannya sebuah paket merah virtual lewat WeChat setiap hari," kata Gao.

Pesan itu bisa diterima setelah sang istri kembali ke asrama dan menjelang istirahat. 

Sementara, Richard Saul, General Manager Waldorf Astoria Shanghai mengatakan sangat bangga bisa menyediakan tempat dan layanan bagi para pejuang kesehatan. Pihak hotel pun menawarkan sejumlah layanan spesial bagi para tenaga medis, di antaranya diskon untuk F&B, dan bonus menginap di hotel saat mereka merayakan ulang tahun pernikahan pertama.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓