Kisah Turis Rusia Bertahan di Thailand Tanpa Punya Uang Gara-Gara Pandemi

Oleh Komarudin pada 01 Mei 2020, 03:03 WIB
Diperbarui 01 Mei 2020, 03:03 WIB
Ilustrasi turis. (AFP)
Perbesar
Ilustrasi turis. (AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Pandemi corona Covid-19 mengubah hidup Ivan, mahasiswa dari Rusia secara tak terduga. Turis Rusia itu mungkin tak pernah berharap untuk membagi-bagikan makanan bersama para biksu Budha di suatu tempat di Thailand selatan.

Namun, itulah cara turis itu menghabiskan hari-harinya sekarang karena bokek dan terdampar. Ia bertahan hidup dengan makan dari dan membantu sebisanya di sebah kuil di Surat Thani.

Phra Khru Pisal Pattananukit, kepala keluarga Wat Mai Pattararam di kotamadya Surat Thani, mengatakan bahwa turis yang diidentifikasi hanya sebagai Ivan, berusia 25 tahun, telah tinggal di kuil itu sejak 26 Maret 2020.

"Ivan sopan, baik hati, dan rajin. Dia tidak akan mau menerima uang dari kita. Dia ingin bekerja, tetapi saya khawatir itu pelanggaran, jadi saya membiarkannya tinggal di Wat dan mengajar bahasa Inggris kepada calon biksu kami," ujar Phra Khru Pisal Pattananukit dilansir dari The Thaiger, Kamis, 30 April 2020.

Kepala biksu mengatakan bahwa turis itu tiba dari Koh Samui, tempat dia berlibur dan kehabisan uang. Ia bertanya apakah dia bisa tinggal di kuil sambil menunggu kembali ke Rusia.

Saat itu, tidak ada penerbangan karena sebagaian besar maskapai berhenti mengoperasikan armada mereka dan penerbangan dilarang masuk dari Thailand pada awal April 2020.

2 dari 3 halaman

Bersihkan Kuil dan Membantu Masak

Ilustrasi bendera Thailand (AP/Sakchai Lalit)
Perbesar
Ilustrasi bendera Thailand (AP/Sakchai Lalit)

Biksu itu memuji Ivan karena tidak duduk diam saja di kuil. Ia mengatakan bahwa turis yang masih mahasiswa itu membantu biksu lain untuk membersihkan tempat itu dan bekerja di dapur menyiapkan makanan gratis untuk orang-orang di lingkungan sekitar.

Namun, Ivan menolak untuk memberikan nama belakangnya.

Ivan beruntung karena pemerintah Thailand telah mengizinkan orang asing yang memegang semua jenis visa non-imigran untuk bisa tinggal di negara itu sampai 30 Juli 2020. Ivan dan turis asing lainnya tentu sangat berharap bisa kembali ke negara mereka masing-masing.

Sebelumnya, kabar turis Rusia terdampar di Thailand juga terjadi di kawasan wisata Phuket. Sepasang suami istri terpaksa tinggal di gua berbekal tenda karena hotel-hotel menutup layanan akibat pembatasan akses terkait pencegahan penyebaran Covid-19. Belakangan, mereka bisa menginap di hotel setelah pemerintah setempat mengizinkannya.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini :

Lanjutkan Membaca ↓