Desainer Filipina Bocorkan Tampilan APD Awak Kabin AirAsia Rancangannya

Oleh Asnida Riani pada 28 Apr 2020, 12:01 WIB
Diperbarui 28 Apr 2020, 12:01 WIB
AirAsia
Perbesar
Alat Pelindung Diri (APD) petugas kabin AirAsia yang dirancang desainer asal Filipina, Puey Quinones. (dok. Instagram @pueyquinones/https://www.instagram.com/p/B_XWoBtHYAE/)

Liputan6.com, Jakarta - AirAsia telah memperkenalkan alat pelindung diri (APD) yang akan dipakai petugas kabin mereka selama penerbangan.

Melansir laman Daily Mail, Selasa (28/4/2020), busana dari ujung kepala sampai kaki ini merupakan hasil kolaborasi dengan desainer asal Filipina yang sekarang tinggal di Los Angeles, Amerika Serikat, Puey Quinones.

Terdiri dari setelan, masker medis, dan pelindung wajah, APD memanfaatkan warna khas maskapai, yakni merah-putih ini telah dikenakan dalam penerbangan Bangkok ke Manila pada Jumat, 24 April 2020.

Dilaporkan bahwa keamanan APD petugas kabin AirAsia ini telah disahkan Departemen Kesehatan Filipina.

Berdasarkan keterangan di akun Instagram Quinones, sang desainer juga tengah sibuk merancang APD, tak hanya untuk perusahaan seperti AirAsia, namun juga sejumlah rumah sakit di masa pandemi corona COVID-19.

"AirAsia launches PPEs to protect its cabin crews. Designed by me (AirAsia merilis APD unuk melindungi petugas kabin mereka. Didesain oleh saya)," tulis Quinones sebagai keterangan unggahan, beberapa waktu lalu. 

APD ini disebutkan akan dipakai awak kabin, baik dalam penerbangan domestik maupun internasional.

2 dari 3 halaman

Bakal Kembali Beroperasi

AirAsia
Perbesar
Alat Pelindung Diri (APD) petugas kabin AirAsia yang dirancang desainer asal Filipina, Puey Quinones. (dok. Instagram @pueyquinones/https://www.instagram.com/p/B_XWoBtHYAE/)

AirAsia dilaporkan akan mulai kembali melayani penerbangan di Malaysia terhitung 29 April, diikuti Thailand pada 1 Mei, disusul di India di 4 Mei, kemudian Indonesia 7 Mei, dan Filipina pada 16 Mei, tergantung persetujuan pihak berwajib.

Hingga kini, belum ada pengumuman kapan penerbangan jarak jauh, termasuk ke Inggris Raya dan beberapa negara lain di Eropa, akan kembali beroperasi.

Penerbangan, dari sekian banyak bisnis, jadi salah satu yang harus paling keras menahan benturan akibat pandemi corona COVID-19. Berdasarkan laporan Strait Times, Singapore Airlines baru-baru ini melaporkan pembatalan penerbangan hingga 96 persen sampai akhir Juni.

 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait