Cerita Akhir Pekan: Sederet Takjil yang Biasa Diburu Saat Puasa

Oleh Komarudin pada 26 Apr 2020, 10:03 WIB
Diperbarui 26 Apr 2020, 10:03 WIB
Ilustrasi gorengan
Perbesar
Ilustrasi takjil gorengan (Dok.Unsplash)

Liputan6.com, Jakarta - Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, takjil bermakna 'mempercepat' dalam berbuka puasa. Namun, seiring waktu berjalan takjil lebih dimaknai sebagai makanan pembuka, sebelum makan besar.

"Takjil itu makanan pembuka. Di Jawa, biasanya takjil yang banyak digemari di antaranya kolak, biji salak," kata Chef Ragil Imam Wibowo saat dihubungi Liputan6.com, Sabtu malam, 25 April 2020.

Selain kolak, kata Ragil, banyak juga yang memilih makan kurma. Kurma juga jadi takjil favorit bagi sebagia orang sebelum makan besar. Namun, setiap daerah punya tradisi yang berbeda-beda.

"Mereka mencari makanan yang manis. Tapi setiap daerah tentu punya takjil favorit. Di Banjarmasin (Kalimantan Timur), takjil yang banyak diminati adalah sari muka," ujar peraih penghargaan Asian Cuisine Chef of the Year 2018 dari ajang World Gourmet Summit (WGS) Award of Excellent 2018.

Sari muka adalah kue tradisional yang dibuat dari bahan tepung beras dan tepung sagu ditambah dengan santan. Saat Ramadan, sari muka banyak jenisnya, ada yang dibuat dari ketan, gula, dan lainnya.

Selain makanan manis, ada juga yang memburu makanan asin. Pendiri restoran Nusa Gastronomy ini menyebut beberapa makanan asin dalam bentuk makanan gorengan, seperti tahu goreng, tempe goreng, tahu isi, risol, bakwan.

"Makanan-makanan tersebut mudah diperoleh sehingga banyak orang yang suka. Ada juga pastel, lontong, mi panggang, ada juga yang menyukai mi kukus. Intinya, setiap daerah punya budaya dan tradisi serta jenis jajanan pasarnya pun berbeda-beda," tutur Ragil.

2 dari 3 halaman

Aneka Kue dan Masak Sendiri

Liputan 6 default 5
Perbesar
Ilustraasi foto Liputan 6

Senada dengan Chef Ragil, Chef Suparjan juga mengatakan goreng-gorengan jadi takjil yang banyak dibeli masyarakat. Ia mengatakan bahwa makanan gorengan mudah untuk membelinya.

"Saat berbuka puasa orang jarang yang makan langsung atau makan besar, seperti makan nasi. Mereka lebih dulu memakan kolak, korma," ujar lelaki yang telah bekerja belasan tahun di Hotel Millenium Sirih Jakarta saat dihubungi Liputan6.com, Sabtu malam, 25 April 2020.

Selain gorengan, kata Suparjan, takjil yang juga banyak diminati aneka kue Indonesia yang memiliki rasa manis, seperti kue semar mendem, kue lumpur, kue jajongkong (kue Betawi).

"Rata-rata masyarakat memilih makanan yang sederhana, karena belinya juga mudah, seperti di Pasar Benhil (Jakarta). Ada juga yang mencari makanan yang jarang keluar, seperti jajongkong," ucap Suparjan.

Secara terpisah, Chef Yuda Bustara mengatakan saat berbuka puasa orang lebih memilih makanan yang gampang, baik dari segi pembuatan atau untuk mendapatkannya.

"Kolak, biji salak, kurma. Makanan-makanan itu gampang didapatnya dan merupakan tradisi saat puasa," ujar lulusan Taylor's College and Universite Le Mirail School of Hospitality & Tourism, Malaysia kepada Liputan6.com.

Di tengah pandemi corona Covid-19 ini, kata Yuda, orang mungkin akan lebih memilih makanan dan minuman yang ringan, seperti jus atau buah-buahan.

"Biar lebih sehat orang akan makanan yang kaya serat dan masak sendiri. Dengan masak sendiri, tentu akan lebih sehat," tandas Yuda.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini :

Lanjutkan Membaca ↓