Kampanye Satu Dalam Kopi Ajak 1.000 Pengusaha Gotong-Royong Selamatkan Kopi Lokal

Oleh Dinny Mutiah pada 20 Apr 2020, 18:02 WIB
Diperbarui 20 Apr 2020, 18:02 WIB
minum kopi
Perbesar
ilustrasi secangkir kopi/Photo by Brigitte Tohm on Unsplash

Liputan6.com, Jakarta - Industri kopi turut terdampak pandemi corona Covid-19. Banyak warung kopi maupun kafe ditutup sebagai imbas pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Hal itu berefek kepada menurunnya minat beli hasil panen kopi yang terjadi dua kali setahun, yakni pada April dan Oktober.

Dalam rilis yang diterima Liputan6.com, Senin (20/4/2020), sejumlah petani kopi di Aceh, misalnya, mengeluhkan harga jual yang turun hingga 50 persen. Dari sebelumnya dibanderol Rp10 ribu per bambu (harga jual basah), menjadi hanya Rp5.800. Kondisi tersebut menjadi alasan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) meluncurkan kampanye Satu Dalam Kopi.

Pemerintah juga menggandeng salah satu e-commerce, Tokopedia, dan 1.000 pelaku industri kopi lokal turut serta dalam kampanye yang digelar sebagai upaya untuk memajukan kopi nusantara sekaligus menggerakkan roda perekonomian di tengah pandemi. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang menyebut 1.204 industri kecil dan menengah (IKM) terdata sebagai pengusaha kopi yang mengolah biji kopi lokal.

"Di situasi seperti ini, penting sekali agar seluruh pihak dapat menyatukan upaya, baik pemerintah, pelaku industri, perusahaan teknologi Indonesia, dan masyarakat," ujarnya.

Ia mengatakan penjualan secara daring kini menjadi strategi andalan para petani dan pengusaha kopi untuk menjaga stabilitas penjualan maupun harga. Salah satu contoh pengusaha kopi yang memaksimalkan bisnis daringnya lewat Tokopedia adalah Toko Kopi Tuku. Brand kopi itu menyediakan beragam pilihan produk, mulai dari kopi siap seduh, kopi giling sampai kopi siap saji ukuran satu liter.

Pemanfaatan platform daring mendatangkan hasil positif, mulai dari penjualan yang laris manis hingga perluasan jangkauan pelanggan yang kini dapat mencakup seluruh Indonesia. Produknya bahkan konsisten habis dalam hitungan menit. Puluhan ribu botol kopi literan terjual per minggunya.

Dua Coffee adalah contoh lain dari bisnis kopi lokal yang memilih memaksimalkan bisnisnya secara daring lewat Tokopedia sejak pandemi COVID-19. Menurut Omar Karim Prawiranegara, Co-Founder Dua Coffee, beralih fokus untuk berjualan daring di masa ini adalah sebuah keniscayaan.

Ia mengatakan bahwa penjualan lewat daring kini menjadi tulang punggung bisnisnya. Menurutnya, sekitar 80 persen penjualan di kedainya datang dari pemesanan daring di Tokopedia. Lewat Tokopedia, Dua Coffee menjual beragam produk seperti biji kopi, kopi bubuk hingga kopi botol ukuran satu liter. Selain itu, Dua Coffee juga berinovasi dengan menghadirkan produk makanan, seperti makanan beku, makanan siap saji dan camilan.

2 dari 3 halaman

Kampanye 7 Hari

Kampanye Satu Dalam Kopi Ajak 1.000 Pengusaha Gotong-Royong Selamatkan Kopi Lokal
Perbesar
Kampanye Satu Dalam Kopi. (dok. Tokopedia/Dinny Mutiah)

Kampanye Satu Dalam Kopi berlangsung mulai 20--26 April 2020 di Tokopedia yang terselenggara sevara nasional. Tak hanya para pelaku industri kopi, para pecinta kopi juga bisa ikut berpartisipasi dalam menyemarakkan kampanye#SatuDalamKopi yang diselenggarakan selama tujuh hari tersebut.

CEO dan Founder Tokopedia, William Tanuwijaya, mengungkapkan lewat kampanye tersebut, Tokopedia memfasilitasi para pelaku industri kopi lokal demi menjaga kelangsungan usaha dengan mulai berjualan secara daring. Ia menyebut Kopi Gayo dan Java Preanger menjadi contoh sukses produk kopi lokal yang dipasarkan secara daring.

Bawadi Coffee dinilai sukses memasarkan kopi jenis arabika gayo dengan mengekspornya ke Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Thailand, Tiongkok, India, Australia, dan Kanada. IKM itu melibatkan mitra petani kopi di Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah, Aceh. Begitu pula dengan Kiwari Farmers. IKM asal Bandung itu sejak 2013 memasarkan kopi secara daring. Permintaan biji kopi masih berdatangan meski jumlahnya terbatas.

"Penjualan daring di tempatkami biasanya sekitar 20 persen dan 80 persennya masih mengandalkan restoran dan toko. Memang saat pandemi ini restoran dan toko sudah tutup sementara, dan hanya bisa menjual melalui daring, meskipun jumlah permintaannya juga menurun," ujar Irfan Rahadian, CEO Kiwari Farmers.

Dalam kampanye Satu Dalam Kopi, William mengatakan Tokopedia menyediakan halaman khusus untuk menampung seluruh informasi yang mempermudah pengguna mendapatkan berbagai produk kopi lokal. Tokopedia juga memberikan pendampingan, akses dan edukasi yang dibutuhkan termasuk peningkatan kualitas produksi hingga pemasaran, serta penyediaan fitur-fitur yang memudahkan pelaku industri kopi lokal dalam menjangkau lebih banyak pembeli melalui Tokopedia.

"Kopi memiliki potensi ekonomi yang luar biasa, terutama sebagai salah satu alternatif produk lokal dalam berwirausaha. Dengan dukungan dari hulu ke hilir, kami berharap momentum kampanye ini bisa dimanfaatkan oleh seluruh pegiat industri kopi, mulai dari petani hingga pemilik merek kopi lokal,untuk dapat terus tumbuh dan berkembang pesat bahkan hingga menjadi brand kebanggaan Indonesia yang mendunia nantinya," tutup William.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓