Terdampak Corona Covid-19, Tiket.com Ubah Fokus dan Prioritas

Oleh Putu Elmira pada 13 Apr 2020, 18:02 WIB
Diperbarui 13 Apr 2020, 18:02 WIB
Ilustrasi Travel
Perbesar
Ilustrasi travel (dok. Pixabay.com/Putu Elmira)

Liputan6.com, Jakarta - Pandemi corona Covid-19 menjadi 'hantaman' kuat bagi beragam sektor, tidak terkecuali dengan industri travel. Begitu pula online travel agent yang harus menelan pil pahit sejak beberapa bulan belakangan karena banyak konsumen yang memilih membatalkan perjalanan mereka.

"Travel salah satu industri yang pertama kali kena imbasnya dari Covid-19. Kemarin sibut banget di awal banyak customer ingin ubah perjalanan, refund, sampai cancelation," kata Gaery Undarsa, Chief Marketing Officer & Co-Founder tiket.com dalam online interview, Senin (13/4/2020).

Berada di tengah krisis ini, pihaknya pun bergegas menyusun strategi. Jika awalnya penjualan menjadi fokus bisnis dengan terus mengajak orang bepergian, kini berubah haluan.

"Ubah fokus dari jualan jadi ke customer handling. Kita lihat request berubah mulai dari director level, manajemen, semua mengubah fokus ke customer handling. Kita coba mengarahkan ke sana dari segi inisiatif proyek produk development," lanjutnya.

Ada sisi lain perjuangan bertahan di tengah krisis corona Covid-19 adalah ketika ada 100 orang volunteer yang membantu tim customer care tiket.com. "Peningkatan orang telepon, WhatsApp, email, sepuluh kali lipat dari biasa. Sebisa mungkin kita membuat customer puas," jelasnya.

Sulit dipungkiri, refund dan reschedule menempati urutan tertinggi pada skema terdampaknya tiket.com pada virus corona baru. Pihaknya siap sedia membantu prosedur tersebut.

"Kita memasukkan informasi di web, ada satu page handling semua informasi. Tambahan kita coba update informasi ke sana. Per hari ini pending sudah minimal dan hampir enggak ada, sebagian besar keperluan customer bisa dijalankan," kata Gaery.

Namun, ia tak menampik masih ada beberapa permasalahan yang masih harus menunggu dari supplier atau proses back office.

"Visi kami, to be the most customer-centric company, kita harus buktikan itu semua input, inquiry akan kita proses, tidak ada yang terkecuali. Resource arahkan bantu semua ini," kata Gaery di krisis corona ini.

**Ayo berdonasi untuk perlengkapan medis tenaga kesehatan melawan Virus Corona COVID-19 dengan klik tautan ini.

2 dari 3 halaman

Strategi Usai Pandemi Berlalu

Ilustrasi Travel
Perbesar
Ilustrasi travel (dok. Pixabay.com/Putu Elmira)

Selain menyusun rencana bertahan selama pandemi corona Covid-19, tiket.com juga telah memiliki strategi, apa yang akan dilakukan setelah pandemi berlalu.

"Di tiket.com sekarang lebih ke tim kita arahkan mempersiapkan diri untuk nanti corona mereda, kita mau ngapain. Justru kita lihat China sudah mulai mereka, orang berbondong-bonding ingin bergerak karena sudah lama enggak bergerak, kebutuhan yang tertunda kita pastikan ready," kata Gaery.

Ia menambahkan, dari segi produk tidak ada yang berubah. Produk development, teknologi proyeknya kian banyak, customer care karena ada rencana untuk merilis tiket.com 4.0, tiket to do, di mana semua aktivitas yang diperlukan dipersiapkan, ketika waktunya tepat dapat diakses oleh customer.

"Another thing, prepare just in case kalau misalnya efeknya agak panjang, efeknya ke industri travel berapa lama, sudah ada beberapa rencana untuk beberapa waktu," tambahnya.

"Dari segi bisnis pengusaha, usaha melihat lebih konservatif, efek dan dampak itu lama, lamanya tidak tahu. China, yang bertangan besi butuh waktu 3 bulan lebih. Berlangsung bukan hanya virus, tapi impact ke industri kapan recover, kapan orang akan nyaman akan travel lagi kembali yang ke sebelumnya," jelas Gaery.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓