Cerita Pilot 16 Tahun Bolak-balik Antar Obat di Masa Pandemi Corona COVID-19

Oleh Asnida Riani pada 11 Apr 2020, 19:01 WIB
Diperbarui 11 Apr 2020, 19:01 WIB
Ilustrasi
Perbesar
Ilustrasi cockpit di pesawat. (dok. Pexels/Ricardo Esquivel)

Liputan6.com, Jakarta - Remaja 16 tahun ini sudah bolak-balik terbang di wilayah negara bagian Virginia, Amerika Serikat, dalam misi kemanusiaan. Pilot muda ini jadi 'jembatan' menyalurkan obat dan berbagai kebutuhan lain ke sejumlah fasilitas kesehatan guna menangani pandemi corona COVID-19.

"Saya baru genap berusia 16 tahun beberapa minggu lalu dan seolah tak ada yang bisa saya lakukan. Sekolah sementara tutup, dan yang masih saya punya adalah pelatihan penerbangan," kata sang pilot, TJ Kim, dilansir laman video South China Morning Post, Sabtu (11/4/2020).

Karenanya, Kim berdiskusi pada sang ayah bagaimana ia bisa tetap belajar mengemudikan pesawat, sekaligus membantu orang banyak di situasi pandemi corona COVID-19. "Kemudian, muncul ide yang kami sebut sebagai operasi suplai dari langit," imbuhnya.

Dari situlah, pelajaran terbang Kim juga berupa misi kemanusiaan untuk membantu tenaga medis saat mereka berjuang merawat pasien melawan infeksi corona COVID-19.

"Tahap belajar terbang saya sudah sampai di, sebagaimana kami sebut, terbang di negara bagian, yang artinya terbang dengan jarak lebih dari 80 kilometer (km). Jadi, itu sangat efektif untuk diaplikasikan," ucapnya.

 

**Ayo berdonasi untuk perlengkapan medis tenaga kesehatan melawan Virus Corona COVID-19 dengan klik tautan ini.

2 dari 3 halaman

Bantu Tenaga Medis

Corona COVID-19
Perbesar
Pilot remaja di Amerika Serikat bantu tenaga medis penuhi berbagai kebutuhan saat pandemi corona COVID-19. (dok. screenshot video Twitter @SCMPNews)

Kim menceritakan, saat meminta izin mendarat di perjalanan perdana yang dilakukan, ia sedikit terkejut saat mendengar pertanyaan, apakah betul kalian membawa suplai. "Ya, ini kami dengan suplai," kata Kim menyontohkan jawabannya kala itu.

Kim telah membantu distribusi ratusan obat, sarung tangan karet, dan berbagai komponen lain yang dibutuhkan tenaga medis untuk merawat pasien corona COVID-19.

"Kami berusaha sebisa mungkin membantu. Tapi, yang tersulit bukanlah untuk mendarat atau menemukan rumah sakit yang membutuhkan, melainkan mengumpulkan suplai," ucapnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut:

Lanjutkan Membaca ↓