Kisah di Balik Kalung Mutiara Ratu Elizabeth II Saat Pidato soal Corona Covid-19

Oleh Putu Elmira pada 07 Apr 2020, 09:03 WIB
Diperbarui 07 Apr 2020, 09:03 WIB
Ratu Elizabeth II Bangkitkan Memori Perang Dunia II Saat Berpidato tentang Krisis Corona
Perbesar
Ratu Elizabeth II menyampaikan pidato tentang krisis corona COVID-19.(dok. foto Buckingham Palace/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Keluarga Kerajaan Inggris selalu berhasil menarik perhatian khalayak luas. Tak terkecuali dengan penampilan Ratu Elizabeth II ketika ia berpidato mengenai pandemi corona Covid-19.

Dilansir dari People, Selasa (7/4/2020), Ratu berbicara dari Windsor Castle, di mana ia dan sang suami, Pangeran Philip mengisolasi diri selama beberapa minggu pada Minggu, 5 April 2020.

Kala itu, Ratu Elizabeth II mengenakan gaun hijau terang yang dipadukan dengan aksesori seperti kalung mutiara tiga lapis yang jadi ciri khas penampilannya serta bros warna turquoise.

Ratu memiliki beberapa versi kalung tiga lapis itu. Pertama adalah hadiah dari kakeknya, George V pada usia 9 tahun. Sedangkan, yang ia kenakan pada saat pidato soal corona Covid-19 pada Minggu itu diyakini sebagai karya yang ia buat sendiri pada 1952 silam.

Nenek Pangeran William dan Pangeran Harry ini juga tampak mengenakan kalung mutiara itu di setiap pidato televisi juga dalam beragam kesempatan. Sebut saja pada malam pemakaman Putri Diana pada 1997, di Diamond Jubilee pada 2012, setelah kepergian ibunya pada 2002, dan selama Perang Teluk pada 1991.

Pada pidatonya pada Minggu, Ratu Elizabeth II memakai bros warna turquoise dan berlian yang dahulu milik neneknya, Ratu Mary, yang merupakan hadian dari Raja Edward VII dan Ratu Alexandra.

**Ayo berdonasi untuk perlengkapan medis tenaga kesehatan melawan Virus Corona COVID-19 dengan klik tautan ini.

2 dari 3 halaman

Pidato di Tengah Pandemi

Ratu Elizabeth II Bangkitkan Memori Perang Dunia II Saat Berpidato tentang Krisis Corona
Perbesar
Warga Inggris Raya menyaksikan pidato Ratu Elizabeth II tentang krisis corona COVID-19. (dok. Foto PAUL ELLIS/AFP)

Warna turquoise sering dikaitkan dengan ketenteraman dan ketenangan, menyampaikan pesannya kepada orang Inggris, di mana ia mengucapkan terima kasih dan salam hangat untuk semua orang.

Ratu Elizabeth II memberi penghormatan kepada petugas kesehatan dan memuji masyarakat karena telah membuat perubahan besar dalam kehidupan mereka di tengah pandemi.

"Saya ingin berterima kasih kepada para petugas kesehatan yang berada di garis depan, juga kepada para perawat, dan mereka yang bekerja di sektor-sektor esensial, yang tanpa pamrih terus bekerja setiap hari di luar rumah untuk mendukung kita semua," kata Ratu, Minggu malam, 5 April 2020.

Ratu menegaskan bahwa seluruh bangsa akan mengapresiasi jerih payah mereka. Ia juga meyakini kerja mereka akan segera mengembalikan kondisi ke semula.

Ia turut pula meminta seluruh keluarga untuk tetap di rumah demi menyetop penyebaran virus corona baru ini. Ratu kembali mengingatkan situasi yang saat ini dihadapi harus menyikapinya dengan kedisiplinan, humor yang baik, dan kepedulian terhadap sesama.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓