Ridwan Kamil Dapat Puisi Penyemangat dari Anak SD, Seperti Apa Isinya?

Oleh Komarudin pada 03 Apr 2020, 09:06 WIB
Diperbarui 03 Apr 2020, 09:06 WIB
Ridwan Kamil
Perbesar
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar akan memberlakukan prosedur tetap atau protap kesehatan di terminal, bandara, dan stasiun. (Humas Jabar)

Liputan6.com, Jakarta - Di tengah upaya melawan pandemi corona COVID-19, Ridwan Kamil mendapat sebuah puisi yang menyentuh. Puisi yang ditulis dengan tulisan tangan itu menggunakan pensil di atas buku tulis.

Tulisan tangan itu merupakan puisi tentang virus corona yang ditulis seorang anak sekolah dasar (SD). Namanya Tangguh Langit Mahajuna yang berusia tujuh tahun.

"PUISI PENYEMANGAT DARI ANAK SD," tulis Ridwan Kamil sebagai keterangan potret tersebut, Kamis, 2 April 2020.

Gubernur Jawa Barat ini kemudian menuliskan kembali ke dalam akun Instagram pribadinya agar bisa dibaca oleh banyak warganet. Hingga, Kamis, 2 April 2020, lebih dari 160 ribu follower yang menyukai puisi tersebut.

Sejumlah warganet ikut terharu membaca puisi itu. Mereka ikut merasakan kesedihan yang juga dirasakan oleh murid SD tersebut.

"Terharu. Virus itu kecil. Harapan kita semua, jauh lebih besar, ya! ❤🤗," komentar warganet usai membaca puisi yang diunggah Ridwan Kamil. "Aduh sedih baca na pa gubernur 😂," ungkap warganet yang lain.

**Ayo berdonasi untuk perlengkapan medis tenaga kesehatan melawan Virus Corona COVID-19 dengan klik tautan ini.

2 dari 3 halaman

Puisi yang Menyentuh

Puisi Siswa SD
Perbesar
Ridwan Kamil menerima puisi siswa SD tentang virus corona. Puisi tersebut ditulis oleh anak berusia tujuh tahun (Dok.Instagram/@ridwankamil/https://www.instagram.com/p/B-dm_6AJ1RO/Komarudin)

Berikut puisi yang ditulis oleh Tangguh Langit Mahajuna yang berusia tujuh tahun. Murid SD yang diterima oleh Ridwan Kamil.

“Waktu tahun 2019, kita nyaman.

Dan 2018, kita nyaman.

Tapi sekarang susah.

Semua dewasa tidak bisa kerja.

Dan semua anak tidak boleh sekolah.

Sekarang tidak boleh jalan-jalan,

tidak boleh bersentuh.

Dan kalau salam tidak boleh dekat.

TAPI kita tidak boleh menyerah.

Kita tidak boleh putus asa.

Untuk negara kita Indonesia.

Kita harus bergabung,

untuk berlindung dari virus corona (corona virus).“

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini :

Lanjutkan Membaca ↓