Wabah Corona Covid-19 Baru Reda, Pasar Hewan Liar di China Kembali Dibuka

Oleh Henry pada 01 Apr 2020, 03:03 WIB
Diperbarui 01 Apr 2020, 03:03 WIB
Sambut Imlek, Warga China Berburu Makanan Laut Kering
Perbesar
Calon pembeli memilih makanan laut kering di sebuah pasar di Kota Haikou, Provinsi Hainan, China, Rabu (15/1/2020). Warga Haikou akhir-akhir ini sibuk berbelanja untuk menyambut Tahun Baru Imlek 2020. (Xinhua/Guo Cheng)

Liputan6.com, Jakarta - Kasus positif corona Covid-19 di China telah melambat. Bahkan beberapa waktu lalu, China melaporkan tak ada pertambahan kasus baru selama enam hari berturut-turut.

Mulai Senin. 30 Maret 2020, China mengizinkan dibukanya kembali pasar hewan yang selama ini diduga sebagai sumber awal munculnya virus corona.

Pasar hewan ini biasanya menjual kelelawar, hewan yang dipersalahkan atas krisis corona Covid-19 ini, bersama dengan kalajengking, serta anjing dan kucing. Diduga kuat virus corona jenis baru berasal kelelawar yang kemudian melompat ke inang baru, apakah itu ular atau trenggiling, dan akhirnya menyerang manusia.

Kondisi di pasar hewan liar di Wuhan, di mana berbagai jenis hewan berinteraksi dengan manusia di lahan yang sempit dan tertutup, mendukung lompatan atau infeksi silang semacam itu. Meski begitu, belum ada pernyataan resmi kalau corona memang berasal dari pasar hewan liar tersebut.

Yang jelas akibat pandemi ini, China mengisolasi wilayah yang akhirnya membantu mengurangi tingkat infeksi Covid-19 di sana menjadi mendekati nol setelah lebih dari 3.000 kematian.

 

**Ayo berdonasi untuk perlengkapan medis tenaga kesehatan melawan Virus Corona COVID-19 dengan klik tautan ini.

2 dari 3 halaman

Obat Tradisional

Situasi Wuhan Saat Diisolasi Akibat Virus Corona
Perbesar
Orang-orang berbelanja sayuran di sebuah pasar di Wuhan, Provinsi Hubei, China, Kamis (23/1/2020). Pemerintah China mengisolasi Kota Wuhan yang berpenduduk sekitar 11 juta jiwa untuk menahan penyebaran virus corona. (Xiao Yijiu/Xinhua via AP)

Namun setelah kasus corona menurun, ribuan pembeli datang ke pasar hewan di bagian barat daya Kota Guilin yang menandai kembali normalnya operasi pasar.

Sejumlah hewan liar yang dijual di sana ditujukan sebagai obat tradisional, demikian menurut penyelidikan yang dilakukan oleh The Mail On Sunday, seperti dilansir dari laman Metro.

Kelinci dan bebek disembelih di lantai batu yang kotor, sedangkan anjing dan kucing menunggu di kandang untuk dijual sebagai makanan. Di pasar hewan lain di selatan Kota Dongguan, seorang penjual obat-obatan kembali berbisnis dengan mengiklankan daging kelelawar.

Covid-19 diyakini telah dipindahkan ke manusia dari kelelawar, dan kasus pertama melibatkan orang-orang yang pernah berada di sebuah pasar di Wuhan. Berbeda dengan di daerah lainnya, pasar hewan di Wuhan untuk sementara ini masih ditutup.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓