Top 3 Berita Hari Ini: Cara Penularan Corona Covid-19 yang Paling Sering Terjadi

Oleh Henry pada 30 Mar 2020, 23:00 WIB
Diperbarui 30 Mar 2020, 23:00 WIB
Penerapan Social Distancing di Jakarta
Perbesar
Sejumlah masyarakat melakukan jaga jarak aman di area publik di kawasan Thamrin, Jakarta, Rabu (18/3-2020). Jaga jarak atau prosedur social distancing measure harus diterapkan kepada masyarakat yang masih melakukan aktivitas di luar untuk memghindari penyebaran Covid-19. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Top 3 Berita Hari Ini tentang cara penularan corona Covid-19 yang masih terus menyebar dan menginfeksi banyak orang di seluruh dunia. Situasi ini membuat WHO (World Health Organization) memperingatkan masyarakat untuk melakukan tidakan pencegahan corona, terutama untuk rajin mencuci tangan menggunakan sabun dan air atau hand sanitizer.

Kenapa cuci tangan dengan sabun sangat penting? Itu karena cara penularan virus SARS-CoV-2 paling umum terjadi adalah melalui kontak langsung dengan cairan pernapasan pasien terinfeksi corona. Berita kedua yang banyak menarik perhatian masih seputar corona Covid-19.

Seorang lelaki berusia 101 tahun dikabarkan telah lepas dari jeratan infeksi COVID-19. Seorang pasien berinsial P dinyatakan positif corona COVID-19, sekitar minggu lalu, setelah menjalani serangkaian tes di Infirmi Hospital, Remini, Italia.

Ia lahir pada 1919, masa di mana pandemi flu 1918 yang jadi sebab meninggal sekitar 600 ribu warga Italia. Berita ketiga yang banyak diminati adalah tentang korban corona yang meninggal dunia.

Dia adalah Luca, seorang koki remaja di Inggris. Luca yang berasal dari Nereto, kota di timur Italia, meninggal di Rumah Sakit North Middlesex di London pada 24 Maret 2020, petang.

Ketiga berita tersebut terangkum lengkap dalam Top 3 Berita Hari Ini. Jadi, kita simak rangkuman selengkapnya di bawah ini.

Cara Penularan Corona Covid-19 yang Paling Sering Terjadi

Penerapan Social Distancing di Jakarta
Perbesar
Sejumlah masyarakat melakukan jaga jarak aman di area publik di kawasan Thamrin, Jakarta, Rabu (18/3-2020). Jaga jarak atau prosedur social distancing measure harus diterapkan kepada masyarakat yang masih melakukan aktivitas di luar untuk memghindari penyebaran Covid-19. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Wabah corona Covid-19 melalui virus SARS-CoV-2 sampai saat ini masih terus menyebar dan menginfeksi banyak orang di seluruh dunia. Penyebarannya pun sangat cepat.

Situasi ini membuat WHO (World Health Organization) memperingatkan masyarakat untuk melakukan tidakan pencegahan corona. Yaitu dengan rajin mencuci tangan menggunakan sabun dan air atau hand sanitizer, membersihkan permukaan yang sering tersentuh dengan disinfektan, dan melakukan social distancing atau jarak sosial.

Selanjutnya…

Lelaki Italia Berusia 101 Tahun yang Sembuh dari Wabah Flu 1918 dan Infeksi Corona COVID-19

Ilustrasi
Perbesar
Ilustrasi lelaki tua. (dok. Pexels/Craig Dennis)

Dalam 101 tahun usianya, lelaki asal Italia ini setidaknya telah sembuh dari wabah flu 1918, bertahan di getir perang dunia, dan sekarang, lepas dari jeratan infeksi corona COVID-19.

Mengutip laman Futurism, Sabtu (28/3/2020), seorang pasien berinsial P dinyatakan positif corona COVID-19, sekitar minggu lalu, setelah menjalani serangkaian tes di Infirmi Hospital, Remini, Italia. Dari situ, data Tuan P pun terungkap.

Selanjutnya…

Diduga Korban Corona COVID-19, Koki Remaja

Diduga Korban Corona COVID-19, Koki Remaja Meninggal dalam Isolasi Diri di Rumah
Perbesar
Luca di Nicola, pasien suspect corona COVID-19 yang meninggal di usia 19 tahun. (dok. Instagram @shootfromthehitplanza/https://www.instagram.com/p/B-Vp_y-BU0h/Dinny Mutiah)

Meninggal dalam Isolasi Mandiri di RumahSeorang koki remaja meninggal diduga terjangkit Corona COVID-19. Luca Di Nicola (19), nama remaja itu, tinggal di Enfield, London Utara, dan bekerja bersama Clarissa, ibunya, di restoran keluarga mereka sebelum terpapar wabah itu.

Dilansir dari The Sun, Senin (30/3/2020), Luca yang berasal dari Nereto, kota di timur Italia, meninggal di Rumah Sakit North Middlesex di London pada 24 Maret 2020, petang. Keluarganya mengatakan remaja itu sangat sehat sebelumnya, tetapi dia sempat mengunjungi dokter umum dengan gejala mengidap Corona COVID-19 sebelum meninggal.

Selanjutnya…

 

**Ayo berdonasi untuk perlengkapan medis tenaga kesehatan melawan Virus Corona COVID-19 dengan klik tautan ini.

2 dari 2 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓