Pangeran Charles Positif Corona COVID-19, Bagaimana Camilla Hindari Terinfeksi Virus yang Sama?

Oleh Asnida Riani pada 26 Mar 2020, 16:04 WIB
Diperbarui 26 Mar 2020, 16:04 WIB
[Bintang] Pangeran Charles dan Camilla

Liputan6.com, Jakarta - Pangeran Charles telah dinyatakan positif corona COVID-19 lewat pernyataan resmi pada Rabu, 25 Maret 2020. Kendati demikian, sang istri, Camilla, yang juga telah melalui tes dinyatakan negatif Virus SARS-CoV-2.

Mengutip laman Hello, Kamis (26/3/2020), Dr Dawn Harper menjelaskan bagaimana kontak dekat dengan Pangeran Charles tak serta-merta membuat pihak lain, termasuk Duchess of Cornwall, terinfeksi virus yang sama.

"Kita masih terus mempelajari virus ini. Tapi, alasan utama kami meminta pasien yang sudah memilik gejala untuk melakukan isolasi mandiri selama 14 hari adalah untuk memastikan mereka tak melakukan kontak dengan orang dan menyebarkan virus," ucapnya.

Soal terinfeksi atau tidak, Dr Harper menjelaskan, faktornya sangat banyak. Namun, sistem imun setiap individu yang sangat mungkin berbeda punya andil besar dalam hal ini.

"Mari sama-sama berharap Duchess tetap tak memperlihatkan gejala-gejala corona. Tapi, ia juga tetap harus waspada, mengingat beberapa orang bisa tertular tanpa memperlihatkan gejala-gejala yang sudah teridentifikasi," imbuhnya.

 

**Ayo berdonasi untuk perlengkapan medis tenaga kesehatan melawan Virus Corona COVID-19 dengan klik tautan ini.

2 dari 3 halaman

Anjuran Isolasi Mandiri

Pangeran Charles Positif Terkena Virus Corona
File foto 9 Maret 2020, Pangeran Charles dan istri, Camilla pergi setelah menghadiri layanan Hari Persemakmuran tahunan di Westminster Abbey di London. Pangeran Charles yang kini berusia 71 tahun positif tertular corona COVID-19 dan menjalani karantina di Skotlandia. (AP/Kirsty Wigglesworth, File)

Dr Harper menambahkan, Pangeran Charles harus memberitahu orang-orang yang belakangan melakukan kontak langsung dengannya. "Walau sudah sejak beberapa waktu lalu Prince of Wales mempraktikkan socal distancing, mereka yang melakukan kontak langsung tetap harus diinformasikan," ucapnya.

Melihat kondisi ini, Dr Harper menuturkan, Pangeran Charles perlu melakukan isolasi mandiri selama tujuh hari dan 14 hari untuk Camilla.

Ia menambahkan, berkaca dari usia Pangeran Charles, beliau masuk dalam golongan orang dengan risiko tinggi. Tapi, bukan secara otomatis ayah dua anak tersebut akan memperlihatkan gejala-gejala kritis.

"Semakin banyak faktor risiko yang dimiliki, makin besar juga risikonya. Tapi, ada juga bukti dari beberapa kasus bahwa jumlah paparan virus jadi faktor penentu," katanya.

Sebagai catatan, Dr Harper mengungkap, Camilla harus tidur di kamar terpisah, menggunakan kamar mandi berbeda, dan tetap menjaga jarak aman selama berada di dalam rumah.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Video Pilihan Hari Ini

Bermata Juling, Kucing Ini Justru Bikin Warganet Gemas