Supermarket di Australia Terapkan Jam Khusus bagi Lansia dan Difabel Akibat Corona COVID-19

Oleh Asnida Riani pada 20 Mar 2020, 03:02 WIB
Diperbarui 20 Mar 2020, 03:02 WIB
Ilustrasi supermarket (iStock)

Liputan6.com, Jakarta - Australia jadi satu dari sekian banyak negara yang dilanda panic-buying akibat penyebaran corona COVID-19. Bahkan, lewat sebuah video yang viral, beberapa waktu lalu, antar warga Negeri Kanguru tampak bertengkar memperebutkan tisu toilet.

Mengantisipasi kondisi tersebut terulang, sebuah supermarket di Sydney, Australia, memberlakukan jam khusus di mana hanya lansia dan difabel yang boleh melakukan pembelian pada waktu tersebut.

Melansir video South China Morning Post, Kamis, 19 Maret 2020, selama satu jam setiap pagi, yakni pukul 7--8, supermarket tersebut hanya membuka pintu bagi orang berusia di atas 60 tahun dan penyandang disabilitas.

Sementara, jaringan supermarket di Australia sendiri diketahui memperpanjang waktu buka mereka setelah panic-buying melanda di tengah penyebaran virus corona COVID-19.

Dampak tindakan tersebut, tak sedikit orang keluar supermarket dengan tangan kosong setelah tisu toilet dan barang esensial lain ludes tak tersisa.

"Saya datang ke sini kemarin, di tengah hari, dan melihat rak ayam, serta daging kosong. Pemandangan itu membuat saya sedikit panik," tutur Robyn Swan, salah seorang konsumen lansia.

2 dari 3 halaman

Dinilai Lebih Efektif

Supermarket Australia Terapkan Jam Belanja Khusus Lansia
Warga lanjut usia (lansia) berbelanja di pasar swalayan Woolworths di Canberra, Australia, 17 Maret 2020. Mulai Selasa (17/3), sejak pukul 07.00 hingga 08.00, pelanggan yang rentan akan dapat membeli kebutuhan mereka, sebelum para pembeli lain memborong habis barang-barang . (Xinhua/Chu Chen)

Swan mengatakan, pemberlakukan jam khusus membuatnya lega. "Saya sangat senang melihat jumlah makanan yang saya pikir cukup untuk semua, rak-rak penuh lagi," ucapnya.

Aturan belanja ini disebutkan akan berlangsung setidaknya sampai Jumat (20/3/2020). Pelanggan lain bernama Max Hill mengatakan, jam belanja khusus ini sangat efektif, lantaran persediaan barang terbilang masih cukup.

"Semua orang berbelanja dengan tertib tanpa takut kehabisan ini-itu," ucapnya.

Sementara, supermarket lain memberlakukan minimal pembelian untuk memastikan tak ada pembelian berlebih dan stok barang tersedia untuk banyak orang. 

Australia sendiri telah mengonfirmasi 400 kasus corona COVID-19 dengan catatan lima kematian pada Rabu, 18 Maret 2020. 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut:

Lanjutkan Membaca ↓