Pria Skotlandia Manfaatkan Sampah Plastik untuk Membuat Jalanan

Oleh Komarudin pada 13 Mar 2020, 22:02 WIB
Diperbarui 13 Mar 2020, 22:02 WIB
Ilustrasi foto sampah plastik.
Perbesar
Ilustrasi foto sampah plastik. (iStockphoto)

Liputan6.com, Jakarta - Seorang insinyur dari Skotlandia punya cara untuk mengatasi pencemaran sampah plastik. Dia mengolah sampah-sampah plastik itu untuk dijadikan bahan pembuatan aspal.

Lelaki tersebut bernama Toby McCartney, yang menemukan penggunaan sempurna limbah plastik. Dilansir dari Bored Panda, Jumat, 13 Maret 2020, McCartney terinspirasi oleh dua hal. Pertama, dia mengatakan kekhawatiran putrinya terhadap sampah plastik di lautan.

Kedua, saat dalam perjalanan ke India, McCartney memperhatikan orang-orang lokal melelehkan sampah plastik untuk mengisi lubang di jalan mereka. Itu memberinya ide untuk membuat sebuah perusahaan.

"Gagasan ini lahir ketika CEO kami, Toby McCartney, bekerja di India Selatan dengan sebuah badan amal yang membantu orang-orang yang bekerja di lokasi TPA sebagai 'pemetik'. Tugas mereka adalah mengumpulkan barang-barang yang berpotensi dapat digunakan kembali dan menjualnya untuk diubah dari sampah menjadi sesuatu yang berguna lagi," bunyi keterangan dalam situsnya.

Beberapa limbah plastik yang diambil oleh 'pemetik' dimasukkan ke dalam lubang, sampah-sampah dituangkan ke diesel, dan sampah dibakar sampai meleleh ke dalam wadah untuk membentuk pengisi lubang plastik seadanya.

Namun, McCartney dengan cepat menyadari bahwa dewan di Inggris tidak akan terlalu senang dengan gagasan membakar plastik dan diesel. Jadi, dia harus menemukan cara yang lebih baik untuk melaksanakan gagasan itu. Toby berkumpul dengan teman-temannya, Gordon Reid dan Nick Burnett, untuk meluncurkan MacRebur pada April 2016.

2 dari 3 halaman

Lebih Kuat

Ilustrasi sampah plastik
Perbesar
Ilustrasi sampah plastik. (dok. RitaE/Pixabay/Tri Ayu Lutfiani)

Nama tersebut didasarkan pada bagian dari masing-masing nama keluarga mereka. Dari sana, mereka mulai mengembangkan teknik dan formula untuk mencapai tujuan mereka, menggunakan sampah plastik untuk konstruksi jalan.

Mereka mencampur plastik komersial dan rumah tangga dengan perbandingan 60:40 persen. Mereka menggunakan granulator untuk mengubahnya menjadi potongan-potongan kecil tidak lebih dari 5 mm.

Dalam sebuah wawancara dengan CNN, McCartney mengklaim bahwa karena formula khusus mereka, jalan yang mereka hasilkan 60 persen lebih kuat daripada jalan tradisional. Dia juga mencatat bahwa tes laboratorium proyek yang mereka jalankan bahwa jalan yang dibuat dari produk mereka dapat bertahan hingga tiga kali lebih lama daripada yang biasa.

"Kami telah melalui sekitar 500 hingga 600 desain berbeda dari polimer berbeda yang kami campur sebelum kami menemukan satu yang benar-benar berfungsi," katanya. "Pada akhirnya, plastik adalah produk yang hebat," sambungnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓