Cerita Akhir Pekan: Setelah Indonesia Positif Corona, Diskon Tiket Pesawat Masih Laku?

Oleh Asnida Riani pada 07 Mar 2020, 10:01 WIB
Diperbarui 07 Mar 2020, 10:01 WIB
Ilustrasi
Perbesar
Ilustrasi kabin pesawat terbang. (dok. pexels.com/Sourav)

Liputan6.com, Jakarta - Indonesia resmi ikut dalam 'perang' melawan wabah corona. Presiden Joko Widodo atau Jokowi pada Senin, 2 Maret 2020, mengumumkan bahwa ada dua Warna Negara Indonesia (WNI) dinyatakan positif COVID-19.

Kasus pertama ini membuat Indonesia hampir mungkin menanggung dampak sebagaimana negara lain yang sudah lebih dulu jadi korban wabah virus pertama kali ditemukan di Wuhan, Tiongkok, tersebut.

Dari sekian banyak, pariwisata jadi salah satu sektor yang sangat mungkin tercederai, termasuk di dalamnya penjualan tiket pesawat. "Padahal sebelum positif (corona) di Indonesia, kami berharap tadinya bisa menjual destinasi lain atau domestik," kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) ASTINDO Pauline Suharno lewat pesan pada Liputan6.com, Kamis, 5 Maret 2020.

Soal penjualan tiket pesawat, Pauline menyebut, minggu pertama setelah Indonesia positif corona, angkanya turun hingga 60 persen. "Pembatalan keberangkatan mencapai 80 persen," sambungnya.

Sementara, di tengah wabah corona, perusahaan yang salah satu layanannya adalah pemesanan tiket pesawat, Traveloka, mengatakan bahwa di tengah risiko infeksi corona, fokus utama mereka adalah memastikan keamanan dan kenyamanan pengguna.

"Kami akan terus berkoordinasi secara intensif dengan pihak-pihak terkait, termasuk pemerintah dan para mitra, serta memantau situasi ini secara terus-menerus," papar Head of Marketing Transport Traveloka Andhini Putri lewat pesan, Jumat, 6 Maret 2020.

Andhini menyambung, pihaknya juga siap mendukung inisiatif-inisiatif yang sedang maupun akan dilakukan pemerintah untuk meningkatkan kembali sektor pariwisata di tanah air di tengah wabah corona.

2 dari 4 halaman

Edukasi Publik

Pesawat
Perbesar
Ilustrasi kabin pesawat. (dok. unsplash.com/angelacompagnone)

Bertahan dan siap pulih berdasarkan arah pemerintah juga dibarengi dengan edukasi supaya publik tak cemas berlebihan, serta tetap waspada dalam melakoni perjalanan di tengah wabah virus corona.

"Kami sedang ada travel fair di Padang, Surabaya, dan Denpasar weekend ini. Kami tetap coba boost penjualan (tiket) domestik dan branding dulu, Lalu, jual untuk onward dengan banyak diskon," ucap Pauline.

Dalam kesempatan tersebut, edukasi tentang mengenal corona, apa yang bisa dilakukan untuk mencegah, dan bagaimana tetap aman dalam perjalanan terus disuarakan.

Senada dengan upaya ASTINDO, Andhini menuturkan, sejak 28 Januari 2020, pihaknya telah menyediakan tautan di laman resmi Traveloka berisi informasi terkini dari mitra maskapai, kebijakan masing-masing maskapai terkait wabah COVID-19, serta panduan praktis untuk mencegah infeksi COVID-19.

"Informasi tersebut juga dapat diakses pada laman depan, bagian ‘Berita Penting’ (Important Notice), di aplikasi Traveloka. Kami juga memberi informasi terkait COVID-19 pada platform Instagram kami," ucapnya.

Sederet upaya ini, Andhini mengatakan, bertujuan memudahkan pengguna dalam merencanakan dan mempersiapkan perjalanan mereka dengan lebih baik.

3 dari 4 halaman

Diskon Tiket Pesawat

Ilustrasi pesawat (iStock)
Perbesar
Ilustrasi pesawat (iStock)

Pemerintah memberi potongan harga tiket pesawat terbang menuju 10 destinasi dalam negeri selama tiga bulan atau sampai 31 Mei 2020. 10 tujuan wisata yang dimaksud, yakni Batam, Denpasar, Yogyakarta, Lombok, Labuan Bajo, Malang, Manado, Silangit, Tanjung Pandan, dan Tanjung Pinang.

"Per 1 Maret sudah bisa dinikmati diskon tiket pesawat hingga 50 persen dan berlalu hingga bulan Mei 2020, nanti kita evaluasi jika menunjukkan peningkatan signifikan maka bisa diperpanjang," kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi melansir dari Antara.

Budi memperkirakan jumlah penumpang yang mendapat diskon tiket pesawat dalam kurun waktu tiga bulan itu berkisar 430 ribu kursi.

Potongan harga tiket akan diberikan untuk 25 persen dari setiap penerbangan. Jadi, jika satu pesawat memiliki kapasitas penumpang sebanyak 100 kursi, berarti ada 25 kursi yang diberikan diskon.

Selain pemberian diskon tiket pesawat penumpang, pemerintah juga memberikan insentif kepada perusahaan penyedia hotel di sepuluh destinasi tersebut dengan membebaskan pajak pertambahan nilai (PPN).

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut:

Lanjutkan Membaca ↓