4 Tips Mencegah Terkena Paparan Virus di Angkutan Umum

Oleh Liputan6.com pada 07 Mar 2020, 17:31 WIB
Diperbarui 07 Mar 2020, 17:31 WIB
Penumpang MRT Jakarta
Perbesar
Sejumlah penumpang menggunakan masker saat antre memasuki kereta Mass Rapid Transit (MRT) di Stasiun Bundaran HI Jakarta, Selasa (3/3/2020). Penumpang dengan gejala demam tinggi dilarang masuk dan menggunakan MRT sebagai upaya pencegahan penyebaran virus corona Covid 19. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Jakarta -  Virus corona baru atau COVID-19 sudah menyebar ke berbagai negara, termasuk Indonesia. Menurut ahli mikrobiologi dari Universitas Arizona, Amerika Serikat, Charles Gerba, ada banyak tempat virus kemungkinan menyebar, termasuk di transportasi publik.

Lalu, apa yang bisa dilakukan untuk menghindari risiko terkena virus saat di kendaraan umum? Apalagi, Indonesia saat ini memiliki sejumlah alternatif angkutan umum, mulai dari angkot, bus, busway, KRL, sampai MRT.

Menurut Gerba, sebaiknya segera memakai hand sanitizer setelah turun dari kendaraan umum, untuk memastikan kuman dan virus enyah. Cara itu lebih efektif ketimbang memakai masker dan sarung tangan karet.

Melansir Antara dan New York Post, ada empat tips lainnya agar tak mudah terpapar virus saat naik kendaraan umum.

Hindari kerumunan

Di jam-jam tertentu, kendaraan umum kerap padat dan ini meningkatkan risiko Anda tertular virus, terutama yang ditransmisikan dari batuk dan bersin.

"Karena tidak ada banyak tempat untuk bergerak selama jam sibuk. Semakin banyak orang berarti lebih banyak kesempatan untuk disentuh seseorang yang tak membersihkan tangan mereka dengan benar," terang Gerba.

Berangkat lebih awal

Jika memungkinkan, berangkatlah sedikit lebih awal atau lebih lambat untuk bekerja, sehingga Anda tak perlu berada di dalam kendaraan umum selama jam sibuk. "Semakin rendah kepadatan orang, semakin rendah risikonya," jelas Gerba.

Selain itu, saat membawa barang yang cukup banyak, termasuk tas belanja dan menaruhnya di lantai kereta, sebaiknya segera bersihkan bawah tas dengan disinfektan.

Hal ini berlaku untuk dompet, juga tas kain yang menyentuh tanah. Agar lebih aman dari virus, cucilah tas belanja yang sudah menyentuh lantai atau tanah menggunakan air panas.

2 dari 3 halaman

Hindari Ponsel

KRL Commuter Line
Perbesar
Penumpang memadati gerbong KRL Commuter Line di Jakarta, Sabtu (27/1). PT Kereta Commuter Indonesia, operator KRL Commuter Line menargetkan mengangkut 320,03 juta penumpang atau naik 9,5 persen. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

Hal lain yang perlu Anda lakukan, sebisa mungkin menghindari menyentuh ponsel selama di perjalanan. Ponsel bisa jadi tempat subur untuk kuman berkembang. Jari-jari kotor Anda yang sudah menyentuh tiang, lalu menyentuh layar ponsel, kemudian pipi dan mulut jika melakukan panggilan.

"Hindari menggunakan ponsel saat menggunakan transportasi umum. Setelah itu, bersihkan layar ponsel menggunakan alkohol segera setelah Anda sampai di kantor atau kembali ke rumah," terangnya. Langkah itu penting karena kuman dan virus hidup meskipun Anda menyimpan ponsel sebentar di tas.

Jangan makan

Terakhir, sebaiknya jangan makan selama di perjalanan untuk menghindari terkena penyakit. Di beberapa sarana transportasi di Jakarta seperti KRL, MRT dan Transjakarta sebenarnya sudah ada larangan tidak makan dan minum selama berada di dalamnya. 

"Orang-orang lebih banyak menyentuh wajah mereka saat makan dan minum tanpa menyadarinya. Tunggu sampai Anda turun dari kereta untuk menghindari kemungkinan kontaminasi dari tangan ke mulut," tutur Gerba.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓