Deretan Destinasi Wisata Populer di Italia Nyaris Kosong Tanpa Pengunjung

Oleh Komarudin pada 06 Mar 2020, 20:04 WIB
Diperbarui 06 Mar 2020, 20:04 WIB
Dua Tewas Terkena Virus Corona, Kota di Italia Sepi
Perbesar
Seorang pria mengenakan masker berjalan di depan gereja San Biagio, Codogno, dekat Lodi, Italia Utara (22/2/2020). Pihak berwenang Italia memerintahkan penutupan sekolah, bar, dan ruang publik lainnya di 12 kota, menyusul banyaknya kasus virus corona baru muncul di negara itu. (AP Photo/Luca Bruno)

Liputan6.com, Jakarta - Sejumlah destinasi wisata di Italia sepi pengunjung dibanding hari- hari sebelumnya. Para wisatawan lebih memilih tinggal di rumah karena ketakutan akan virus corona.

Melansir The Sun, Kamis, 5 Maret 2020, Venezia, Milan, dan Roma hanyalah beberapa kota yang telah ditinggalkan oleh para wisatawan karena kasus virus corona di Italia terus meningkat. Banyak tempat wisata yang sangat populer, yang sering dikunjungi ribuan wisatawan, sekarang kosong.

Gambar Colosseum di Roma, keajaiban dunia yang memiliki empat juta pengunjung setahun, sekarang tanpa turis. Sejumlah kecil pelancong masih terlihat berjalan-jalan sambil memegang payung, tetapi antrean yang umum sudah tidak ada lagi.

Kota ini sedang berjuang dengan penurunan pariwisata karena lebih dari 2.000 kasus virus dikonfirmasi di seluruh Italia.

Menurut federasi pariwisata Italia, Assoturismo, 90 persen pemesanan hotel dan paket liburan di Roma bulan ini telah dibatalkan. Bukan hanya Roma yang berjuang, Sisilia juga mengalami tingkat pembatalan 80 persen.

Katedral Duomo di Milan juga gagal menarik pengunjung setelah ditutup selama lebih dari seminggu. Kemudian, katedral tersebut dibuka kembali pada 2 Maret 2020. 

Sepi Pengunjung

Orang-orang yang memakai masker sanitasi berjalan melewati katedral gothic Duomo di Milan, Italia, Minggu, 23 Februari 2020.
Perbesar
Orang-orang yang memakai masker sanitasi berjalan melewati katedral gothic Duomo di Milan, Italia, Minggu, 23 Februari 2020. (AP/ Luca Bruno)

Pemilik toko kue, Stefania Vergagu mengatakan kepada Telegraph bahwa toko mereka, yang biasanya dipenuhi turis, hanya melihat dua pengunjung dari Milan.

"Tidak ada anak-anak dan tidak ada keluarga. Tidak ada orang di sekitar," kata yang lain menambahkan.

Pemilik kafe lain menambahkan bahwa mereka biasanya melihat 1.000 pengunjung per hari masuk ke kafe, tetapi ini telah turun menjadi hanya 20 pengunjung, sementara yang lain mengatakan mereka "patah hati" atas betapa sepinya pengunjung.

Bukan hanya pemesanan pembatalan, tetapi juga pembatalan penerbangan, karena British Airways dan Ryanair memotong sejumlah rute mereka ke Italia karena "penurunan permintaan". Venesia, Florence, dan Turin, yang biasanya populer di kalangan turis bahkan pada saat-saat seperti ini, kosong dengan hanya beberapa keluarga yang berkunjung.

Venesia telah berjuang setelah tingginya tingkat banjir tahun lalu, yang membuat pemesanan turun 40 persen pada Desember 2019 dan sekarang menghadapi lebih banyak masalah karena virus corona.

"Ini benar-benar mati, tidak ada yang lewat, jalanan kosong," ujar penjual perhiasan, Paola Bertoldo kepada Guardian.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓