Respons Menparekraf Terkait Virus Corona di Indonesia Terhadap Pariwisata

Oleh Putu Elmira pada 03 Mar 2020, 09:31 WIB
Diperbarui 03 Mar 2020, 09:31 WIB
Menteri Siti Nurbaya hingga Wishnutama Bahas Transformasi Ekonomi II
Perbesar
Menparekraf Wishnutama saat diskusi panel VII Rakornas Indonesia Maju antara Pemerintah Pusat dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Bogor, Jawa Barat, Rabu (13/11/2019). Panel VII membahas transformasi ekonomi II. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio merespons kabar terbaru soal dua WNI yang dinyatakan positif virus corona. Menurutnya, penerapan kebijakan stimulus sektor pariwisata yang ditujukan untuk wisatawan mancanegara baru akan dilakukan menunggu wabah Covid-19 mereda dan suasana kembali kondusif.

Wishnutama dalam pernyataannya di Jakarta, 2 Maret 2020, menyampaikan hal terpenting dalam kondisi saat ini adalah mengutamakan penanganan dan antisipasi agar tidak semakin meluas.

Pihaknya juga sangat prihatin atas kian meluasnya wabah virus yang pertama kali dilaporkan terjadi di Wuhan, Tiongkok itu. Bahkan, dua WNI pun telah dinyatakan positif terjangkit corona sekaligus menjadi kasus Covid-19 pertama di Tanah Air.

"Sementara ini kami akan lebih memfokuskan program pada penanganan wisman yang masuk ke destinasi Indonesia saat dimulainya periode penyebaran virus dimaksud, menambah peningkatan kualitas destinasi pariwisata melalui environment sustainability, health and hygiene, dan safety and security," kata Wishnutama dalam keterangan tertulis yang diterima Liputan6.com.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif hingga kini juga terus memantau perkembangan ekosistem pariwisata di tengah wabah virus corona yang terjadi di Indonesia.

"Kami juga ingin menyampaikan empati kepada dua orang warga yang positif terjangkit virus corona. Semoga kedua warga yang terjangkit virus corona bisa pulih kembali dan beraktivitas seperti sediakala," tambahnya.

Menparekraf juga menyebut saat ini pemerintah telah memiliki SOP yang berstandardisasi sesuai kriteria yang diterapkan di dunia internasional. Selain itu, pemerintah juga memiliki anggaran khusus yang diprioritaskan untuk menangani persoalan tersebut.

"Hal ini tidak hanya untuk menjaga keselamatan dan kesehatan seluruh masyarakat Indonesia, tapi juga kondusivitas pariwisata Indonesia yang rentan dengan kondisi, persepsi, dan isu," tambahnya.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Perhatikan Aspek Kesehatan

Ilustrasi cuci tangan pakai sabun.
Perbesar
Ilustrasi cuci tangan pakai sabun. (dok. 422737/Pixabay/Tri Ayu Lutfiani)

Kemenparekraf terus berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan pihak terkait lainnya untuk memantau perkembangan virus corona saat ini.

"Kami juga mengimbau kepada wisatawan atau masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan dan menjaga imunitas tubuh dan memulai gerakan masyarakat hidup sehat sesuai dengan arahan pemerintah," jelas Wishnutama.

Selain penanganan dan pencegahan virus Corona, Wishnutama menyadari betapa penting bagi pemerintah untuk menjaga keberlangsungan perekonomian tanah air. Insentif yang ditujukan untuk pelaku pariwisata tanah air masih berjalan dan akan terus dipantau.

"Pemerintah juga memastikan kasus virus corona ini benar-benar sudah dipersiapkan penangannya, misalnya rumah sakit, lebih dari 100 rumah sakit yang siap dengan ruang isolasi mengenai virus korona dengan standar isolasi yang baik dan dilengkapi dengan peralatan yang memadai sesuai dengan standar internasional," katanya.

Wishnutama mengimbau supaya wisatawan yang berkunjung ke sebuah destinasi pariwisata senantiasa memperhatikan aspek kesehatan dirinya seperti menjaga kebersihan, mencuci tangan, meningkatkan imunitas, serta mengindahkan arahan atau imbauan dari Pemerintah setempat. Tidak lupa pula agar selalu memperbarui informasi tentang rumah sakit rujukan sekitar destinasi pariwisata.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya