Tokyo Disneyland dan Sejumlah Tempat Wisata Lain di Jepang Tutup Sementara Akibat Corona

Oleh Asnida Riani pada 29 Feb 2020, 12:30 WIB
Diperbarui 29 Feb 2020, 12:30 WIB
Wisata Jepang

Liputan6.com, Jakarta - Baru-baru ini, Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe meminta acara dalam kurun waktu dua minggu ke depan untuk dibatalkan, ditunda, atau dikurangi kapasitasnya, mengingat kondisi kritis penyebaran virus corona.

Pernyataan ini direspons dengan tak hanya pembatalan sekian banyak event, namun juga tutupnya sejumlah tempat wisata di seantero Negeri Matahari Terbit.

Melansir laman Japan Times, Sabtu (29/2/2020), Universal Studio dan Tokyo Disneyland, beserta DisneySea adalah sederet destinasi terbaru di Jepang yang mengumumkan penutupan sementara mulai hari ini sampai 15 Maret 2020.

 

Sebelumnya, Museum Nasional di Tokyo, Nara, Kyoto, serta Fukuoka sudah tutup dan bakal dibuka kembali pada 15 atau 16 Maret 2020. Museum Ghibli di Tokyo juga telah mengumumkan penutupan hingga 17 Maret 2020.

Dikatakan bahwa jumlah tempat wsata yang umumkan penutupan sementara di Jepang bakal terus bertambah. Refund tiket dari destinasi-destinasi tersebut bisa langsung dilihat di laman resmi masing-masing tempat wisata.

 

2 dari 3 halaman

Geliat Turis Melesu

Mengunjungi Kuil yang Jadi Situs UNESCO di Kyoto
Wisatawan mengunjungi kuil Buddha Kiyomizu-dera di Kyoto, Jepang (31/10/2019). Kuil ini adalah situs Warisan Dunia UNESCO dan salah satu tempat wisata paling terkenal di Kyoto. (AP Photo / Aaron Favila)

Sebelum dilakukan penutupan sementara di sekian banyak tempat wisata, geliat turis di Jepang, beberapa minggu belakangan, memang sudah lesu. Japan Times melaporkan, Kyoto adalah salah satu wilayah yang paling terkena dampak sepinya pendatang.

Distrik ikonis Arashiyama yang biasanya dipadati turis sekarang terlihat lengang. Prediksi mekarnya sakura di Tokyo, Kyoto, Hiroshima, dan wilayah bagian barat Jepang di minggu ke-2 Maret membuat pebisnis di Kyoto takut makin kehilangan jumlah turis.

Sebuah survei yang dilakukan Kyoto Chamber of Commerce and Industry pada awal Februari menunjukkan bahwa sebagian besar bisnis yang terdampak biasanya mengandalkan kedatangan wisatawan asing.

Dengan sebegitu banyak pembatalan yang bakal terus bertambah, pemerintah setempat mengimbau turis berencana datang ke Jepang dalam beberapa minggu ke depan untuk memastikan bahwa lokasi tersebut sudah aman disambangi kembali. 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut:

Lanjutkan Membaca ↓

Video Pilihan Hari Ini

Jangan Sembarangan Habiskan, Ini Tips Kelola THR