Bangun Infrastruktur, Upaya Bikin Liburan Makin Nyaman

Oleh Asnida Riani pada 29 Feb 2020, 14:30 WIB
Diperbarui 29 Feb 2020, 14:30 WIB
Ilustrasi
Perbesar
Ilustrasi travel. (dok. Pexels/Artem Beliaikin)

Liputan6.com, Jakarta - Liburan yang kian nyaman tentu harus didukung sekian banyak faktor. Satu di antaranya adalah keberadaan infrastruktur memadai agar para pelancong nyaman menghabiskan waktu di sebuah destinasi.

"Bentuk geografis Indonesia sebagai negara kepulauan jadi tantangan dalam menghubungkan satu wilayah dengan yang lain, baik melalui darat, laut, maupun udara," kata Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan (Kemekeu) Luki Alfirman di acara Uang Kita Talk: Nyaman Berlibur karena Infrastukur di bilangan Jakarta Pusat, Jumat, 28 Februari 2020.

Agar pembangunan infrastruktur berjalan, Kemenkeu menerapkan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) guna memenuhi dana pembangunan yang ternyata tak bisa hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

PT PII dan PT SMI adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang menjembatani kerja sama dengan pihak swasta untuk mengurangi beban APBN.

"Sandungan utama dalam penerapan KPBU itu soal garansi. Bagaimana sebuah proyek menjamin insentif pada investor dalam jangka waktu tertentu tanpa tersandung masa jabatan pegawai pemerintah yang membuat kesepakatan awal," ucap Direktur Utama PT PII M. Wahid Sutopo.

Oleh karena itu, pihaknya menerapkan jaminan investasi untuk menarik para pemilik modal bersama-sama 'patungan' membangun infrastruktur.

"Sekarang bisa dilihat Jawa sudah punya tol. Saya berangkat ke Malang dari Cinere (Jakarta Selatan) cuma sekitar kurang lebih 10 jam," tuturnya. Pembangunan infrastruktur ini memang bermaksud memudahkan mobilitas guna menggenjot pariwisata berujung kenaikan ekonomi.

 

2 dari 3 halaman

5 Bandara dan 15 Pelabuhan

Uang Kita Talk
Perbesar
Acara Uang Kita Talk: Nyaman Berlibur karena Infrastruktur di Padang Merdeka Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, 28 Februari 2020. (Liputan6.com/Asnida Riani)

Direktur Barang Milik Negara Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Encep Sudarwan mengatakan, tahun ini, demi memajukan bidang pariwisata dan menggenjot ekonomi, pihaknya akan mengerjakan proyek di lima bandara dan 15 pelabuhan.

"Dengan Kementerian Perhubungan, kami ada proyek di Labuan Bajo. Lalu, bandara yang masuk daftar pembangunan tahun ini ada Tjilik Riwut (Palangkaraya), H.A.S. Hanandjoeddin (Belitung), Raden Intan (Lampung), Sentani (Jayapura), dan Fatmawati Soekarno (Bengkulu)," tuturnya.

Sementara, belasan pelabuhan yang akan direnovasi tersebar di wilayah barat, tengah, dan timur Indonesia. "Kayak di Probolinggo, Sintete, Waingapu, Pare-pare, Kupang, Bima, Bitung, Ternate, dan Manokwari," sambungnya.

Sebagai pengguna, travel blogger Febrian mengakui bahwa infrastruktur di sejumlah wilayah di Indonesia yang ia sambangi sudah makin baik. "Kalau saya boleh saran, tinggal bagaimana infrastruktur ini dibarengi dengan upgrade SDM," katanya di kesempatan yang sama.

Dalam menjembatani dilema pembangunan infrastruktur dan masalah baru yang akan muncul, seperti pengelolaan sampah dan perusakan alam, Febrian mengatakan, ia pribadi selalu mendorong publik untuk jadi wisatawan yang bertanggung jawab.

"Sesederhana jangan buang sampah, kurangi penggunaan plastik sekali pakai," ucapnya.

Ia berharap, dengan dorongan yang terus-menerus diberikan, pelancong Indonesia nantinya datang ke sebuah tempat tak semata untuk berfoto, tapi sadar bahwa punya tanggung jawab untuk menjaga keberlangsungan tempat tersebut.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut:

Lanjutkan Membaca ↓