Tips Merancang Jurnal Traveling ala Ilustrator Dinda Puspitasari

Oleh Dinny Mutiah pada 26 Feb 2020, 18:02 WIB
Diperbarui 26 Feb 2020, 18:02 WIB
Jurnal Travel

Liputan6.com, Jakarta - Meski banyak orang saat ini menahan diri untuk tidak bepergian akibat corona, tak ada salahnya merencanakan perjalananmu lebih dini. Perencanaan yang matang akan membuat traveling-mu lebih nyaman.

Salah satu cara seru untuk merancang traveling adalah dengan membuat jurnal. Ilustrator sekaligus traveler Dinda Puspitasari membagikan pengalamannya dalam menyusun jurnal tersebut.

Perempuan yang merancang ilustrasi untuk buku #88LoveLife karya Diana Rikasari tersebut mengaku awalnya menulis jurnal untuk mengatasi insomnia. Ia menggunakan buku tulis tanpa garis untuk menuangkan rencana yang tersimpan di kepalanya.

Ia juga menyarankan agar memilih kertas yang tepat agar tinta tidak meleber ke halaman lain. "Terus aku gambar-gambar, jadinya lebih menarik," kata dia ditemui di Jakarta, Kamis, 20 Februari 2020.

Dinda menyiapkan beragam pulpen warna dan spidol untuk menghiasi jurnal traveling-nya. Pada halaman pertama, ia menyarankan untuk memasang foto, entah gambar Anda pribadi atau foto destinasi yang diimpikan.

Beralih ke halaman berikutnya, Dinda menuliskan daftar destinasi wisata yang dituju, baik dalam waktu dekat maupun jangka panjang. Dalam jurnal tersebut, ia mengungkap sepuluh destinasi wisata yang menjadi cita-citanya. Seoul, New York, dan London menjadi tiga destinasi teratas yang ditulisnya.

"Pas banget nih, aku ingin pergi ke Seoul tahun ini," ujarnya yang baru saja digandeng Lock&Lock dalam kampanye Sisterhood Empowerment.

Tujuan menuliskan daftar destinasi itu sebagai panduan sekaligus pengingat. Anda juga bisa semakin termotivasi bila dituangkan dalam catatan yang nyata.

"Ini bisa jadi reminder. Aku percaya banget dengan power of mind," kata Dinda.

Pada halaman ketiga, Dinda menuliskan daftar destinasi wisata dengan lebih detail. Daftar tersebut bisa didapat dengan meriset dari mesin pencari atau melihat akun media sosial Instagram mereka yang sudah pernah ke sana.

2 dari 4 halaman

Itinerary dan Checklist

Jurnal Travel
Ilustrator sekaligus traveler Dinda Puspitasari membagi tips menyusun jurnal perjalanan. (Liputan6.com/Dinny Mutiah)

Memasuki halaman keempat, Dinda akan merancang rencana perjalanan lebih spesifik. Hal tersebut tergantung pada durasi perjalanan yang akan ditempuh. Ia biasanya maksimal menetapkan tiga lokasi yang akan dikunjunginya dalam sehari.

"Lebih dari itu, kita akan ngerasa keburu-buru deh," ujarnya. Itinerary itu sebaiknya dilengkapi dengan waktu berkunjung.

Setelah daftar lokasi yang akan didatangi selesai, barulah menyiapkan travel checklist. Isinya adalah barang-barang apa saja yang akan dibawa yang terbagi dalam kategori pakaian, toiletries, dan lain-lain

"Aku punya travel checklist, bisa untuk perjalanan bisnis atau liburan. Sangat membantu pas mau jalan-jalan. Soalnya, semakin sedikit waktu, semakin banyak barang yang ketinggalan," ujar Dinda.

Lantaran sering bepergian sendiri, Dinda merancang bawaan seefisien mungkin agar bisa tertampung seluruhnya di koper kabin. Ia bahkan bisa liburan di musim dingin hanya dengan berbekal koper tersebut.

"Aku nggak bawa banyak baju. Coat-nya paling dua. Yang dibanyakin hanya heattech sebagai dalaman," kata dia.

3 dari 4 halaman

Trik Penting

Tumbler Bertema Pemberdayaan Perempuan
Lock & lock meluncurkan produk Tumbler yang berkolaborasi dengan ilustrator perempuan Dinda Puspitasari. (Liputan6.com/Dinny Mutiah)

Hal lain yang dilakukannya untuk menghemat ruang adalah dengan hanya membawa satu sepatu. Ia juga memilih menginap di Airbnb agar bisa mencuci pakaiannya selama di perjalanan.

Ia juga membawa tas lipat yang bisa dipakai sewaktu-waktu, khususnya saat pulang. Dinda juga menyiapkan sajadah lipat dan mukena agar memudahkan beribadah di tempat tujuan. Tak lupa, ia membawa serta botol minum.

"Apalagi di luar negeri banyak spot yang bisa ngisi ulang air minum," kata dia.

Satu hal penting yang tak boleh terlewatkan adalah memastikan keamanan. Dinda mempersiapkan dompet travel yang menempel di dalam pakaiannya yang berlapis-lapis agar terhindar dari tangan copet.

"Aku taruh uangku di situ. Dan kejadian pas di Itali. Tasku tiba-tiba udah di ujung meja. Mungkin karena copetnya ngelihat tasnya nggak ada isinya, akhirnya ditinggalin gitu aja," kata dia.

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Video Pilihan Hari Ini

Seniman Tekstil Ubah Sampah jadi Aksesoris Selama 5 Dekade