Rosela, Si Asam yang Mempunyai Ragam Khasiat

Oleh Asnida Riani pada 26 Feb 2020, 04:04 WIB
Diperbarui 26 Feb 2020, 04:04 WIB
Ilustrasi bunga rosella.

Liputan6.com, Jakarta - Meskipun namanya belum banyak dikenal masyarakat, bunga rosela mempunyai banyak manfaat yang penting bagi kesehatan tubuh. Berdasarkan berbagai penelitian, bunga rosela dipercaya dapat membantu mengatasi penyakit diabetes tipe 2.

Rosela telah lama digunakan sebagai pengobatan tradisional di Afrika untuk mengobati beberapa penyakit. Bunga yang memiliki nama Latin Hibiscus sabdariffa tersebut mengandung beragam nutrisi seperti antioksidan, asam malat, antosianin, asam askorbat, dan mineral.

Bunga dengan ciri khas warna merah ini biasanya disajikan dalam bentuk teh. Memiliki rasa yang asam, rosela cocok dinikmati saat cuaca panas. Selain itu, bisa diseruput kala hujan turun untuk menghangatkan badan. Selain dikonsumsi dalam bentuk teh, bunga rosela bisa pula diolah menjadi selai, sirup, dan obat.

Dilansir dari berbagai sumber, Selasa, 25 Februari 2020, berikut enam khasiat bunga rosela untuk tubuh.

1.  Menurunkan Tekanan Darah Tinggi

Dilansir dari Body Nutrition, beberapa tahun terakhir para peneliti telah menemukan banyak bukti yang mengungkapkan rosela dapat membantu mengobati hipertensi. Penyakit tekanan darah tinggi tersebut bisa mengakibatkan serangan jantung, stroke, penyakit ginjal, hingga kehilangan penglihatan.

Penelitian yang dilakukan oleh American College of Cardiology dan American Heart Association pada 2017 melakukan uji coba terhadap 65 orang dewasa yang terserang hipertensi dengan memberikan 240 mililiter air seduhan rosela dan plasebo selama enam minggu.

Hasil penelitian menghasilkan bunga rosela mampu menurunkan tekanan darah sistolik dibandingkan plasebo. Tekanan darah diastolik juga lebih rendah, meskipun tidak berbeda dengan plasebo. Oleh karena itu, orang yang memiliki hipertensi disarankan mengonsumsi bunga rosela setiap hari.

2 dari 4 halaman

2. Menurunkan Kadar Kolesterol pada Pasien Diabetes Tipe 2

Ilustrasi alat penghitung tekana darah.
Ilustrasi alat penghitung tekana darah. (dok. Bru-nO/Pixabay/Tri Ayu Lutfiani)

Dalam sebuah studi perbandingan 2009, para peneliti mengungkapkan teh rosela efektif menurunkan kolesterol dibandingkan dengan teh hitam. Penelitian dilakukan terhadap 53 pasien yang dibagi menjadi dua kelompok.

Kelompok tersebut diberi arahan untuk meminum teh rosela atau teh hitam dua kali sehari selama satu bulan. Hasilnya, mereka yang minum teh rosela mengalami penurunan kolesterol di seluruh tubuh.

3. Meningkatkan Kesehatan Jantung pada Orang Gemuk

Obesitas merupakan salah satu faktor yang bisa menyebabkan penyakit jantung. Pada 2014, peneliti mulai menguji ekstrak rosela untuk meningkatkan kesehatan jantung. Hasilnya menunjukkan ekstrak rosela bisa mengurangi berat badan, lemak tubuh, dan meningkatkan kesehatan jantung.

3 dari 4 halaman

4. Melawan Bakteri

Ilustrasi obesitas.
Ilustrasi obesitas. (dok. Jarmoluk/Pixabay/Tri Ayu Lutfiani)

Kandungan antibiotik yang ada pada bunga rosela dipercaya dapat membantu menjaga tubuh dari bakteri dan virus. Bunga rosela yang dijadikan esktrak makanan mampu menghalau pertumbuhan pathogen yang berbahaya untuk tubuh.

5.  Mencegah Obesitas

Kandungan antioksidan dalam bunga rosela pun mampu menghambat dan mengurangi penumpukan jaringan lemak dalam tubuh yang menjadi penyebab obesitas. Meskipun demikian, Anda pun tetap harus mengimbanginya dengan olahraga teratur dan makan bergizi.

6.  Menjaga Kesehatan Gigi dan Tulang

Dilansir dari Health Benefits Times, kalsium yang terkandung dalam rosela berkhasiat untuk melindungi gigi dan menjaga agar tulang tetap kuat. Rosela berfungsi juga untuk menjaga agar bakteri tidak berkembang di dalam mulut.

Oleh sebab itu, sebelum gigi Anda mengalami kerusakan, lebih baik menjaganya terutama untuk anak-anak, dengan mengonsumsi aneka makanan yang mengandung banyak kalsium, seperti bunga rosela. (Tri Ayu Lutfiani)

4 dari 4 halaman

Simak Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓
Merapi Erupsi Lagi, Warga Tetap Cuek Beraktivitas