Menghilang Selama 2 Dekade, Kaset Kenangan Ditemukan Tak Sengaja di Pameran

Oleh Asnida Riani pada 26 Feb 2020, 07:03 WIB
Diperbarui 26 Feb 2020, 07:03 WIB
Ilustrasi Mixtape. (

Liputan6.com, Jakarta - Perempuan bernama Stella Weddel membagikan kisahnya dalam menemukan kaset rekaman miliknya yang hilang sejak 1990. Setelah dua dekade, ia melihat kaset tersebut berada di sebuah pameran seni di Stockholm yang berjarak 1.900 kilometer. 

Weddel kehilangan kaset tersebut saat usianya masih 12 tahun. Ia mengatakan, kaset yang memuat lagu-lagu Disney, Bob Marley, Wailers, dan Shaggy tersebut hilang saat ia berkunjung di resor Costa Brava di Empuriabrava, Spanyol. 

Pada 2019, Weddel berkunjung ke sebuah pameran fotografi milik Mandy Barker di Fotografiska Gallery in Stockholm, Swedia. Saat sedang berkeliling menikmati setiap jepretan, ia melihat objek yang familier dengannya, yaitu kaset rekamannya. 

Dilansir dari Travel+Leisure, Senin, 24 Februari 2020, mulanya Weddel tidak yakin bahwa kaset tersebut merupakan miliknya. 

"Ketika saya membaca daftar lagu, rasanya sangat akrab bagi saya. Jadi saya mengambil foto itu dan membandingkan dengan CD asli yang masih saya miliki dan hasilnya menampilkan daftar lagu yang persis sama, tetapi dimulai dari trek ketiga," ujar Weddel.

Sebagai pencetus pameran, Berker sama sekali tidak menyangka hal tersebut terjadi. Ia mengungkapkan hanya menemukan kaset tersebut dan memasukannya ke dalam pameran setelah mencoba mengembalikan semua rekaman di kaset berusia 25 tahun itu dengan bantuan ahli. 

 

 

 

2 dari 3 halaman

Plastik Bertahan Lama di Lautan

Ilustrasi pameran.
Ilustrasi pameran. (dok. Geralt/Pixabay/Tri Ayu Lutfiani)

Pameran yang bertajuk "Sea of Artifacts" milik Barker memuat karya-karya hasil dokumentasi limbah-limbah plastik di seluruh dunia. Jika dilihat dari lokasi ditemukannya kaset milik Weddel, yaitu Playa de Barlovento de Jandia, sebuah pulau milik Spanyol di lepas pantai Afrika, kaset tersebut menempuh perjalanan lebih dari 1.900 kilometer jauhnya. 

"Sangat sulit untuk mengatakan dengan tepat berapa lama pita tersebut berada di lautan, tetapi fakta bahwa pita itu bertahan dalam kondisi utuh menunjukkan daya tahan plastik dan ancaman yang dapat ditimbulkannya terhadap lingkungan laut,"ujar Head of the International Marine Litter Research Unit at the University of Plymouth, Richard Thompson. 

Rekaman itu menjadi salah satu bagian dari pameran Barker yang memuat 46 artefak limbah sampah lainnya. Pameran tersebut telah berlangsung Juni-- Agustus 2019 dan yang terbaru berlokasi di Fotografiska in Tallinn, Estonia yang diselenggarakan pada November 2019-- Februari 2020. (Tri Ayu Lutfiani)

 

 

 

 

3 dari 3 halaman

Simak Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓
Merapi Erupsi Lagi, Warga Tetap Cuek Beraktivitas