Tangkal Wabah Corona, Singapura Tak Izinkan Warga China Daratan Memasuki Daerahnya

Oleh Dinny Mutiah pada 31 Jan 2020, 18:05 WIB
Diperbarui 31 Jan 2020, 18:05 WIB
Piala AFC Tampines Rovers Vs Persija
Perbesar
Pintu imigrasi di Terminal 2 bandara Changi, Singapura, akan mengecek kartu imigrasi dan paspor sebelum keluar terminal. (Bola.com/Reza Khomaini)

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Singapura akan menutup perbatasannya untuk seluruh pendatang dari China daratan, termasuk orang-orang asing yang telah berada di sana selama 14 hari terakhir. Kebijakan tersebut menjadikan Negeri Singa sebagai negara Asia Tenggara pertama yang melakukan penutupan perlintasan batas demi mencegah penyebaran virus corona.

Dilansir South China Morning Post, Jumat (31/1/2020), China sebenarnya merupakan rekan strategis negara itu, khususnya di bidang perdagangan. Sebaliknya, negeri singa tersebut adalah tujuan wisata populer bagi turis-turis China.

Data dari Singapore Tourism Board menunjukkan bahwa 248 ribu pelancong dari China daratan memasuki Singapura pada November 2019. Sementara, 3,42 juta turis Tiongkok mengunjungi negeri itu pada 2018.

Penangguhan pemberian visa kepada warga negara China tersebut akan berlaku segera sehingga para pelancong diinformasikan lebih dulu. Kebijakan pembatasan perjalanan itu akan dimulai pada Sabtu malam, 1 Februari 2020, pada pukul 23.59 waktu setempat.

Singapura menjadi salah satu daerah terdampak virus corona. Per Jumat (31/1/2020), otoritas setempat mengonfirmasi 13 orang terkena virus corona baru. Seluruhnya adalah para pelancong yang datang dari Kota Wuhan, Tiongkok.

Meski begitu, otoritas kesehatan Singapura menekankan bahwa tidak ada bukti bahwa masyarakat lokal menyebarkannya sekarang. Sementara, data terbaru menunjukkan korban tewas akibat virus corona baru mencapai 213 orang dan 9.816 terinfeksi.

 

 

2 dari 3 halaman

Bagaimana Nasib Warga Singapura?

Penerbangan dari Kota Pusat Wabah Virus Corona Ditutup
Perbesar
Penerbangan dari Wuhan Ditutup: Pelancong berjalan melintasi papan informasi tentang penerbangan dari Wuhan telah dibatalkan di Bandara Internasional Ibu Kota Beijing pada Kamis (23/1/2020). China menangguhkan semua transportasi dari dan ke kota pusat penyebaran virus corona. (AP/Mark Schiefelbein)

Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah mendeklarasikan bahwa wabah virus corona berstatus daerurat global. Penyebutan status itu meningkatkan eskalasi penanganan masalah kesehatan tersebut.

Sebelumnya, Pemerintah China telah melarang siapapun untuk memasuki Provinsi Hubei, pusat wabah virus corona. Bahkan, ibu kota Hubei, Wuhan, diisolasi. 

Dengan kebijakan Pemerintah Singapura melarang siapapun yang berasal dari China daratan sepenuhnya memasuki negeri itu, bagaiamana nasib para penduduk dan warga Singapura?

Jawabannya, mereka tetap bisa masuk wilayah Singapura, tetapi mereka akan dikarantina segera setelah masuk. Mereka harus libur 14 hari dari keluar rumah, sehingga harus mengambil cuti atau izin tidak masuk. Pemerintah setempat juga akan mengumumkan paket fiskal untuk membantu bisnis dan warganya selama krisis berlangsung.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓