Pria Tukang Kayu Malaysia Gunakan Spanduk untuk Mencari Calon Istri

Oleh Komarudin pada 01 Feb 2020, 03:04 WIB
Diperbarui 01 Feb 2020, 03:04 WIB
Ilustrasi Jodoh
Perbesar
Ilustrasi Jodoh (pixabay.com)

Liputan6.com, Jakarta - Banyak yang cara dapat dilakukan untuk mencari calon istri, seperti yang dilakukan seorang pria Malaysia yang berasal dari Terengganu. Ia paham bahwa cinta bisa ditemukan di tempat-tempat yang tak terduga, bahkan lewat spanduk di tepi jalan.

Setelah menyerah cari jodoh melalui media sosial, pria itu beralih dengan cara yang agak tak biasa. Ia sengaja memasang dua spanduk dirinya di dalam kota, seperti dilansir AsiaOne, Jumat (31/1/2020).

Akun @lati0s_ kemudian mengunggah spanduk pria yang sedang mencari seorang istri itu. Spanduk itu diikat di sebuah tiang yang di atasnya terdapat tulisan 'BERHENTI'.

Dalam spanduk itu, lelaki itu menuliskan kata sapaan, 'Assalamualaikum', yang di bawahnya terdapat keterangan bahwa lelaki itu sedang mencari jodoh, lengkap foto dirinya yang mengenakan kaus berkerah biru.

Di bawahnya terdapat nama lelaki itu, Aziro, yang berumur 35 tahun dengan berat 55 kg. Ia juga menuliskan pekerjaannya. Uniknya, terkait pekerjaan ia menulis, "Biasa-biasa sahaja."

Spanduk lelaki itu menarik perhatian di dunia maya ketika seorang pejalan kaki mengambil foto dan membagikannya di Twitter pada 10 Januari 2020. Setelah gambar tersebut viral, pria bernama lengkap Noor Aziro Abdullah menerima banyak telepon untuk menanyakan tentang iklan itu, termasuk dari seorang wanita dari negara yang sama.

Perempuan itu telah menghubungi Aziro karena penasaran hingga akhirnya mereka mulai akrab sejak itu.

"Kami hanya berteman karena hubungan kami masih dalam tahap awal," kata Aziro kepada Malay Mail. "Meskipun dia bilang dia setuju denganku menjadi suaminya, kami masih ingin saling mengenal dulu."

 

2 dari 3 halaman

Dari Indonesia

Spanduk cari jodoh
Perbesar
Lelaki asal Malaysia menggunakan spanduk sebagai cara untuk mencari jodoh (Dok.Twitter/@@lati0s_/Komarudin)

Setelah beberapa minggu bertukar pesan singkat, keduanya memutuskan untuk bertemu minggu lalu, dengan adik perempuan Aziro.

Menurut saudara perempuannya, keluarga Aziro menginginkan seseorang yang dapat menerimanya apa adanya. Aziro merupakan tukang kayu, keluarga sederhana, dan punya tiga saudara perempuan.

Meskipun spanduknya tersebut telah dihapus oleh Dewan Kota Dungun, Aziro terus menerima telepon.

"Aku masih menerima telepon dari beerbagai penjuru. Kebanyakan dari mereka berasal dari luar Terengganu, ada yang dari Klang, Johor, bahkan Sarawak dan yang mengejutkan, aku juga menerima telepon dari Indonesia," ujarnya.

Seorang penelepon dari Penang bahkan meneleponnya dan memuji Aziro dan orisinalitasnya. Sementara yang lain bertanya apakah metodenya berhasil atau tidak.

Mereka ingin mencoba metode itu untuk temannya. Saat ini, Aziro tetap untuk melakukan pencarian cintanya dan berharap bisa segera menemukannya.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓