Apa yang Perlu Diketahui Wisatawan soal Virus Corona?

Oleh Komarudin Komar pada 27 Jan 2020, 08:02 WIB
Diperbarui 27 Jan 2020, 08:02 WIB
Ilustrasi traveler saat di bandara.
Perbesar
Ilustrasi traveler saat di bandara. (dok. JESHOOTS-com/Pixabay/Tri Ayu Lutfiani)

Liputan6.com, Jakarta - Virus corona yang menyebar di Wuhan, China membuat berbagai transportasi dan daerah wisata ditutup untuk sementara. Penyakit yang disebabkan oleh virus corona tersebut dikabarkan telah menyebar ke beberapa negara lainnya.

Dilansir dari Independent, Sabtu, 25 Januari 2020, dilaporkan lima kasus terjadi di Thailand, tiga di Singapura dan Taiwan, dan dua di Hong Kong, Makau, Jepang, Korea Selatan, dan Vietnam.

World Health Organization (WHO) memperkirakan lebih banyak kasus akan terjadi di tengah beragam perayaan. Untuk itu, bagi para pelancong perlu mempersiapkan diri setidaknya dengan mengetahui tentang virus corona sendiri.

Virus corona atau Coronavirus (CoV) merupakan salah satu virus yang dapat menyebabkan pilek, batuk, sakit tenggorokan, sakit kepala, dan demam. Virus corona bisa menular melalui pernapasan, kontak langsung atau tidak langsung dengan pengeluaran sekresi dari yang terinfeksi.

Menurut WHO, virus ini dapat dicegah dengan pembatasan transportasi atau perdagangan yang masuk ke kota yang terjangkit virus tersebut. Dalam hal ini, Inggris pun mulai memeriksa setiap warga dengan penerbangan Tiongkok saat tiba di negaranya.

Dalam pemeriksaan tersebut, pada Rabu 22 Januari 2020, petugas kesehatan menemukan seseorang yang memiliki gejala virus corona. Petugas tersebut memberikan informasi kepada penumpang dan hal yang harus dilakukan saat mereka sakit.

Tidak hanya di Inggris saja, beberapa bandara lainnya pun melakukan hal yang sama, seperti di New York, Washington, Los Angeles, dan Dubai.

2 dari 4 halaman

Penumpang Maskapai Rentan Terserang

Ilustrasi maskapai
Perbesar
Punumpang maskapai rentan terserang virus corona. (dok. Steve001/Pixabay/Tri Ayu Lutfiani)

Lewat adanya virus corona di Wuhan, wisatawan dapat mengganti tujuan. Menurut analisis jadwal penerbangan, John Grant, Bangkok bisa menjadi solusi untuk menggantikan rencana berlibur Anda ke Wuhan.

Selain itu, bisa pula berkunjung ke Hongkong, Tokyo, Seoul, dan Taipei. Jika tetap ingin pergi ke Tiongkok, Guangzhou bisa menjadi pilihannya.

Untuk menjaga agar tubuh tidak terserang virus corona, traveler diharapkan untuk rajin cuci tangan dengan sabun, menghindari orang yang terlihat memiliki gejala penyakit dari virus corona, dan hindari sajian daging serta telur yang belum matang.

Sebagai wisatawan, Anda pun perlu mengenakan masker yang sesuai dengan medis dan telah disertifikasi dapat memberikan perlindungan agar tidak tertular oleh virus. Sebab, penumpang maskapai penerbangan merupakan salah satu yang sangat rentan terserang virus tersebut.

Bagi siapa pun yang merasa dirinya kemungkinan tertular oleh virus corona, diharapan untuk segera memeriksakan diri ke pusat kesehatan dalam 14 hari setelah mengunjungi Wuhan, Beijing.

3 dari 4 halaman

Hotel Mengembalikan Pembayaran Tanpa Denda

Ilustrasi penginapan.
Perbesar
Ilustrasi penginapan. (dok. Olichel/Pixabay/Tri Ayu Lutfiani)

Mengakses Wuhan dalam waktu dekat sulit dilakukan sampai wabah dianggap bisa terkendali. Bahkan, maskapai yang melayani penerbangan ke Wuhan sendiri menawarkan pengembalian dana kepada para penumpang hingga 29 Maret 2020.

Namun, pengembalian tersebut tidak semuanya akan dilakukan oleh pihak maskapai Tiongkok. Untuk perjalanan selain Wuhan, tidak ada hak hukum untuk pengembalian dana dari perusahaan atau asuransi perjalanan.

Tidak hanya moda transportasi saja, penginapan di Tiongkok pun melakukan hal yang sama. Contohnya IHG, sebuah hotel global yang menawarkan berbagai fasilitas mewah ini tidak memberlakukan denda bagi yang membatalkan pemesanannya di hotel-hotel Tiongkok, Hong Kong, Makau, dan Taiwan hingga 3 Februari.

Perusahaan ini mengatakan kebijakan itu sebagai bentuk tanggapan dari pihak hotel terhadap wabah virus corona. Selain itu, pihak hotel pun ingin menjamin keselamatan tamu dan pegawainya. Kebijakan ini pun diikuti oleh beberapa perusahaan lainnya, seperti Accor, Hilton, Mandarin Oriental, Peninsula, dan Shangri-La.

Saat pelancong baru-baru ini berada di Wuhan dan merasa yakin telah terinfeksi, segera cari bantuan medis. Anda pun harus segera hubungi NHS Direct, sebuah layanan kesehatan, dan beri tahu tentang gejala yang dialami serta perjalanan yang baru-baru ini Anda lalui agar mereka dapat memberikan tindakan pencegahan. (Tri Ayu Lutfiani)

 

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓