Destinasi Wisata di Wuhan, Kota di China yang Jadi Asal Wabah Virus Corona

Oleh Komarudin pada 24 Jan 2020, 14:04 WIB
Diperbarui 24 Jan 2020, 14:04 WIB
Wuhan

Liputan6.com, Jakarta - Nama Wuhan di China mendadak melejit seiring terdeteksinya virus corona. Ratusan orang terinfeksi virus yang memiliki kedekatan dengan virus SARS dan MERS itu.

Awalnya, Wuhan terdiri dari tiga kota berbeda di sekitar sungai Han bergabung dengan Sungai Yangtze atau sungai panjang. Dilansir dari China Highlights, Kamis, 23 Januari 2020, sungai Yangtze mengalir dari barat ke timur melintasi China tengah, dan di daerah Wuhan.

Wuhan adalah pusat keuangan dan perdagangan, dan ketika Inggris mengendalikannya selama 1800-an, Wuhan menjadi pusat keuangan dan perdagangan terbesar kedua di China. Sekarang, Wuhan adalah kawasan industri kota dengan pabrik mobil, industri berat, dan industri maju.

Inggris menginvasi daerah itu selama pertengahan 1800-an, dan menggunakan Hankou sebagai pelabuhan perdagangan. Barang-barang dari seluruh Kerajaan Inggris, 1/7 dari wilayah daratan dunia, masuk dengan kapal dan diperdagangkan untuk barang-barang dari seluruh China, negara terpadat di dunia.

Ada bangunan bea cukai besar yang indah yang masih berdiri. Itu pasti tampak sangat mengesankan saat itu, karena metode arsitekturnya maju. Jalur kereta api dibangun yang menghubungkan pelabuhan Inggris dengan China utara, sehingga menjadi salah satu pelabuhan tersibuk di China. Sungai Yangtze memungkinkan kapal uap membawa barang dagangan lebih dari 1.000 kilometer ke daratan dari pantai.

Di luar virus Corona yang menyerang Wuhan dan sejarah kota itu, Wuhan memiliki beberapa destinasi wisata yang menarik, seperti dilansir dari China Discovery, Kamis, 23 Januari 2020.

2 dari 3 halaman

Menara Crane Yellow

Ilustrasi Menara Crane Yellow
Ilustrasi Menara Crane Yellow di Wuhan (Dok.Pixabay)

Menara ini terletak di Bukit Ular di Wuhan. Pengunjung bisa menikmati ketenaran 'The First Scenery under Heaven' (pemandangan pertama di bawah surga). Menara ini termasuk yang paling terkenal di selatan sungai Yangtze. Menara ini juga yang menjadi simbol Kota Wuhan.

Menurut catatan, menara ini pertama kali dibangun pada 223 M selama Three Kingdoms Periode (Periode Tiga Kerajaan). Dari atas menara, pengunjung disuguhi pemandangan sungai Yangtze yang indah, jembatan, dan bangunan-bangunan di sekitar Kota Wuhan.

Museum Provinsi Hubei

Terletak di tepi Danau Timur, Museum Provinsi Hubei adalah salah satu museum terbaik China. Museum itu dibagi menjadi tiga bagian: Aula Pameran Chime Bells, Aula Pameran Budaya Chu, dan Gedung Pameran Komprehensif.

Di antara yang paling menarik adalah barang-barang yang digali pada 1978 dari makam Marquis of Yi, seorang tokoh terkemuka dari Periode Negara Berperang. Ia meninggal pada 433 SM dan dimakamkan di peti mati yang dipernis.

Kuil Guiyun

Kuil Guiyuan adalah salah satu dari empat kuil terbesar untuk meditasi Budha di Hubei serta kuil Budha yang penting di China. Kuil ini terkenal tidak hanya karena menyebarkan agama Budha di seluruh negeri, tetapi juga karena arsitekturnya yang sempurna, patung yang sangat baik, dan koleksi ajaran Buddha yang kaya di antara kuil-kuil Budha.

Kuil ini pertama kali dibangun pada awal Dinasti Qing (1644-1911) oleh dua biksu, yaitu Baiguang dan Zhufeng di pangkalan Taman Bunga Matahari. Kuil ini meliputi area seluas 46.900 meter persegi dengan ruang lantai 20.000 meter persegi, kuil ini terdiri dari Aula Daxiongbaodian, Aula Arhat, Paviliun Pengumpulan Sutra, dan lain-lain.

East Lake

East Lake terletak di tepi selatan sungai Yangtze, adalah objek wisata pemandangan terbesar di Wuhan dan juga danau terbesar di dalam sebuah kota di China. Danau ini disebut juga sebagai 'danau dengan 99 teluk.'

Di lokasi ini Anda bisa berjalan-jalan di East Lake Scenic Area untuk menjelajahi budaya Chu kuno, taman-taman unik, dan Sea of Birds. Pengunjung juga bisa naik wahana feri untuk menikmati pemandangan indah di East Lake.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Video Pilihan Hari Ini

Lama Tak Jumpa, Ini Dia Potret Kitano Raja 'Benteng Takeshi'