Cerita Pria Keturunan Betawi-Tionghoa Sang Pionir Kungfu Tea Master Indonesia

Oleh Komarudin pada 21 Jan 2020, 02:01 WIB
Diperbarui 21 Jan 2020, 02:01 WIB
Adam Lie

Liputan6.com, Jakarta - Masyarakat Tiongkok mungkin sudah tidak asing dengan tradisi minum teh. Selain sebagai kebudayaan yang sudah ada sejak zaman Dinasti Song, terdapat pula atraksi menarik menyajikan teh yang dikenal dengan Kungfu Tea Master.

Kungfu Tea Master ialah salah satu pertunjukkan menuangkan teh dari sebuah teko yang berukuran panjang. Teko tersebut terbuat dari kuningan yang dikenal memiliki penghantar panas yang baik dan dapat menghambat masuknya mikroorganisme.

Selain terkenal di Negara Tirai Bambu, ternyata Indonesia pun memiliki seseorang yang mampu memperagakan Kungfu Tea Master dengan lihai. Sebut saja Adam Lie, pria keturunan Betawi-Tionghoa ini telah mempelajari teknik menuang teh selama 14 tahun lamanya.

"Empat tahun itu untuk mempelajari teknik dasar kungfunya, selebihnya untuk menguasai kungfu tea master," ujar Adam saat ditemui dalam acara Lunar New Year di Senayan City, Jakarta Pusat, Jumat, 17 Januari 2020.

Meskipun sama-sama menampilkan Kungfu Tea Master, pria jebolan Asian Got Talent 2 dan 3 ini berbeda dengan yang lainnya. Sebab, selain menampilan kebudayaan Tionghoa, Adam pun memadukan kungfunya dengan bela diri silat yang merupakan ajaran dari sang Ayah.

Tradisi tersebut berasal dari Kota Sichuan, Tiongkok. Di kota yang terkenal akan makanan pedasnya terdapat perguruan yang khusus melatih masyarakat yang ingin belajar Kungfu Master Tea. Dalam satu hari, siswa akan belajar tentang teknik menuang teh selama tiga hingga delapan jam. 

Karena memadukan budaya Nusantara dengan Tiongkok, minuman yang disajikan melalui teko baja tersebut disesuaikan dengan acara yang dihadiri oleh Adam. Jika ia berada di acara pernikahan orang Jawa misalnya, ia akan menyajikan wedang jahe. Lain halnya jika ia berada di pesta pernikahan masyarakat Tiongkok, yang disajikan tentu saja tehnya.

2 dari 3 halaman

Manfaat Teh

Adam Lie
Adam Lie menyajikan teh dengan teko baja yang berisi air panas dengan suhu 100 derajat Celcius. (Liputan6.com/Tri Ayu Lutfiani)

Menurut Adam, hal seperti itu seharusnya tidak boleh dilakukan, sebab Kungfu Master Tea merupakan kebudayaan asli dari Tiongkok. Namun, karena Adam melakukan akulturasi dua budaya, ia mencoba untuk menampilkan ciri khas dari dirinya dengan menyajikan minuman asli Indonesia. 

Biasanya, Adam menyajikan teh melati yang banyak berkhasiat bagi tubuh. Beberapa manfaat di antaranya ialah sebagai antioksidan, memperhalus kulit, menghilangkan keriput, dan dapat meningkatkan daya tahan tubuh. 

Selain itu, jika dikonsumsi secara teratur, teh melati dapat menambah nutrisi dan mineral dalam tubuh. Bagi yang bermasalah dengan tidur dianjurkan meminum teh itu lantaran dipercaya mengatasi gangguan susah tidur. 

Kesulitan yang sering dihadapi oleh Adam ialah harus menahan panasnya air dalam teko yang memiliki suhu 100 derajat Celcius. Saking panasnya, sering kali tangannya akan terluka selepas penampilannya.

Tetapi, ia tidak boleh menunjukkan rasa panas tersebut dihadapan para tamu dan penonton. Hal itu menjadi tantangan tersendiri bagi Adam. 

Penampilan Adam Lie bisa kita lihat di sesi Chinese Tea Legacy: The Art of Kung Fu Tea Master yang termasuk dalam rangkaian pertunjukkan khas Imlek bertajuk Spring Spectacles di Senayan City. Selain itu, ada berbagai acara menarik lainnya yang akan menghibur para pengunjung setiap akhir pekan mulai dari 18 Januari hingga 9 Februari 2020. (Tri Ayu Lutfiani)

3 dari 3 halaman

Simak Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓