Kisah Tragis Lelaki Tiongkok yang Terbunuh pada Hari Ulang Tahunnya

Oleh Dinny Mutiah pada 07 Jan 2020, 02:02 WIB
Diperbarui 08 Jan 2020, 22:13 WIB
Kisah Tragis Lelaki Tiongkok yang Terbunuh pada Hari Ulang Tahunnya

Liputan6.com, Jakarta - Nasib tragis dialami Zeng Shuo, seorang lelaki Tiongkok yang berkarier di Amerika Serikat. Ia terbunuh pada hari ulang tahunnya yang ke-34.

Insiden bermula saat lulusan Kansas State University itu berencana merayakan ulang tahunnya sekaligus Malam Tahun Baru dengan beberapa teman. Sebelum itu, ia datang ke kedai Starbucks di Oakland untuk menyelesaikan pekerjaannya.

Dikutip dari South China Morning Post, Senin, 6 Januari 2019, seorang saksi mata mengatakan kepada polisi bahwa sekitar pukul 11.30 pagi, waktu setempat, seorang lelaki mendekati Zeng. Ia merebut laptop yang dibawa korban dan segera berlari ke kendaraan yang menunggunya.

Zeng bereaksi, ia berlari mengejar si pencuri. Kendaraan segera melaju begitu Zeng meraih pegangan pintu. Kejadian tersebut menyebabkan ia terpental dan kepalanya terantuk di parkiran.

"Ia berdarah hanya dari kepalanya. Wajahnya jadi ungu kebiruan," ujar Maria Chan, seorang pemilik toko bunga di seberang jalan.

Masyarakat yang melihat berusaha memberi pertolongan. Namun, nyawa Zeng tak terselamatkan. Korban pencurian itu meninggal dalam perjalanan menuju rumah sakit.

Polisi segera bertindak. Kepolisian Oakland berhasil menangkap dua lelaki yang dianggap bertanggung jawab dalam tindak pencurian dan kematian pria Tiongkok itu pada Kamis, 2 Januari 2019.

Pada keesokan harinya, Kantor Kejaksaan Distrik Alameda County mengenakan Byron Reed (22) dan Javon Lee (21) dengan tuntutan pencurian tingkat II. Reed juga dituntut dengan upaya pembunuhan khusus, sementara Lee dituntut dengan pembunuhan disengaja. Penyelidik masih mempertimbangkan apakah ada tambahan tersangka yang terlibat dalam kasus tersebut.

 

2 dari 3 halaman

Pria yang Ramah

Kisah Tragis Lelaki Tiongkok yang Terbunuh pada Hari Ulang Tahunnya
Ilustrasi kematian. (dok. Foto Julian Hochgesang/Unsplash/Dinny Mutiah)

Seorang kenalan Zeng menyebut karyawan sebuah startup IT tersebut sering ke Starbucks untuk bekerja dengan menggunakan laptop. Teman-temannya yang lain menyebut lelaki itu sebagai pribadi yang ramah, pintar, dan pekerja keras.

Berdasarkan keterangan dalam akun LinkedIn miliknya, ia menyatakan diri sebagai peneliti riset untuk Aspera, sebuah perusahaan IBM. Ia tinggal tak jauh dari kedai Starbuck yang sering didatanginya.

Orang-orang tak dikenal memberikan penghormatan atas kepergian Zeng dengan meletakkan bunga di lokasi kejadian dan berdoa untuknya. Sementara, pihak Kansas State University tempat Zeng meraih gelar doktor dalam Fisika juga menyampaikan duka cita.

"Sebagai mahasiswa di Kansas State University, Shuo sangat dikenal dan sangat disukai semua orang di jurusannya," ujar Brett DePaola, Kepala Departemen Fisika dan seorang profesor yang mengenal Zeng.

"Kabar kematiannya sangat mengejutkan. Dunia kehilangan seseorang yang sangat cerah, ramah, dan baik."

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓