Jualan Bakwan Sayur Rp70 Ribu, Warung Indonesia di AS Diserbu Pengunjung

Oleh Henry pada 01 Jan 2020, 03:02 WIB
Diperbarui 01 Jan 2020, 03:02 WIB
Jualan Bakwan Sayur, Warung Indonesia di AS Laris Manis
Perbesar
Jualan Bakwan Sayur, Warung Indonesia di AS Laris Manis. (dok.Instagram @voaindonesia/https://www.instagram.com/p/B6EhgGPhhA6/Henry)

Liputan6.com, Jakarta - Indonesia kaya akan ragam kuliner, termasuk soal kudapan atau camilan. Salah satunya adalah bakwan sayur atau bakwan goreng. Penganan ini cukup akrab, tersaji mulai dari warung pinggir jalan sampai di restoran kelas atas.

Bakwan sayur biasanya terbuat dari adonan tepung terigu, telur, dicampur irisan sayuran seperti kubis, wortel dan lainnya. Campuran bahan tersebut kemudian digoreng hingga matang dan renyah.

Meski terbuat dari bahan yang sama, bakwan memiliki nama berbeda-beda. Mulai dari ote-ote, weci, badak, hingga bala-bala adalah nama-nama unik dari bakwan di setiap daerah di Indonesia.

Makanan ringan ini diperkenalkan pasangan Warga Negara Indonesia (WNI) Hendra Lie dan Marshella di Amerika Serikat (AS). Melalui restoran bernama unik, Warung Jancook (dibaca: jan-kuk), bakwan sayur buatan Hendra dan Marshella ternyata laris manis di Negeri Paman Sam.

Dilansir dari laman VOA Indonesia, 5 Desember 2019, dan akun Instagram Warung Jancook, mereka menjual bakwan sayur di pasar malam Queens, New York, setiap hari sejak akhir November 2019.

Hebatnya, bakwan sayur mereka ternyata sangat disukai dan diburu banyak orang. Bakwan kreasi mereka diberi topping mayonnaise dan saus serta sambal. Pembelinya sebagian besar merupakan warga New York yang vegetarian maupun WNI yang sengaja datang.

Padahal, harga satu buah bakwan di Warung Jancook tidaklah murah bagi orang Indonesia. Hendra dan Marshella menjualnya dengan harga 5 dolar AS atau sekitar Rp70 ribu. Di Indonesia, bakwan goreng dijual sangat murah, biasanya di sekitar Rp5 ribu.

Salah seorang pengunjung bernama Dean Romano mengaku sangat menyukai bakwan sayur buatan Warung Jancook. "Terbaik di pasar malam ini. Saya tadi makan bakwan sayur," ucap Romano.

2 dari 3 halaman

Konsep Street Food

Jualan Bakwan Sayur, Warung Indonesia di AS Laris Manis
Perbesar
Jualan Bakwan Sayur, Warung Indonesia di AS Laris Manis. (dok.Instagram @nawainrukynnek/https://www.instagram.com/p/BxpM99-FqpK/Henry)

Sementara pengunjung lainnya, Li Fan, menyukai bakwan karena bahan-bahannya berupa sayuran. "Karena saya vegetarian dan ada satu makanan vegetarian di sini, jadi saya pilih. Rasanya ternyata enak sekali," tuturnya.

Selain bakwan, Warung Jancook juga menyediakan makanan tradisional Indonesia lainnya. Ada sate lilit, mi goreng telur, dan tahu gejrot. Menurut Hendra, ia membuka warung menggunakan konsep street food yang memang sudah jadi pemandangan umum di New York.

Meski bisnis itu cukup menjanjikan, tak mudah untuk bisa berjualan di Pasar Malam itu. Hendra dan istrinya harus membuat surat pengajuan yang berisi daftar makanan yang akan dijual dan cerita atau sejarah di balik makanan tersebut.

Penjual juga diberi batas maksimal harga makanan yang dijual, hanya 5 dolar AS. Itu sesuai dengan konsep Pasar Malam yang hanya menjajakan street food.

"Buka stan di sini lumayan ribet, kita harus punya story yang ditawarkan untuk menjual makanan. Tapi nggak masalah, seru juga," jelas Hendra.

Makanan Indonesia memang sudah mulai banya dikenal. Selain bakwan sayur, ada rendang yang pernah mendapat predikat sebagai makanan terenak di dunia. 

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓