Roy Pet Mengubah Sampah Botol Plastik Jadi Bahan Daur Ulang

Oleh Henry pada 12 Des 2019, 18:02 WIB
Diperbarui 12 Des 2019, 18:02 WIB
Roy Pet
Perbesar
Menyortir botol plastik bekas di Roy Pet di Cimahi, Jawa Barat. (Liputan6.com/Henry)

Liputan6.com, Jakarta - Persoalan sampah, terutama sampah plastik, di Indonesia masih jadi masalah yang besar dan rumit. Demi mengatasi masalah ini, pemerintah maupun swasta makin menggencarkan program untuk mengurangi sampah plastik.

Salah satunya adalah produsen air minum mineral Danone-Aqua. Mereka mulai beralih menggunakan botol daur ulang sebagai kemasan air mineral yang mereka produksi.

Saat ini, penggunaan botol daur ulang sudah diberlakukan untuk Aqua kemasan 600 ml. Botol tersebut mengandung 25 persen bahan daur ulang.

Sedangkan terobosan terbaru mereka, yakni botol dengan bahan 100 persen daur ulang dengan nama Aqua Life, baru tersedia secara terbatas di Bali dan Jakarta.

Langkah untuk menggunakan botol daur ulang tersebut mereka jalankan dengan memproduksi dan mengumpulkan bahan baku botol plastik. Mereka mendaur ulang botol plastik jenis Polyethylene Terephthalate (PET) atau yang digunakan untuk tempat minum.

Dalam proses produksi, mereka berkolaborasi dengan dua pihak, yaitu Roy Pet sebagai pemasok dan penyortir botol bekas, serta PT Namasindo Plas sebagai pendaur ulang botol bekas itu. Proses pengumpulan botol berawal dari Roy Pet yang berlokasi di Jalan Kerkof, Cimahi, Jawa Barat.

Proses pertama dalam daur ulang ini adalah penyortiran bahan baku yang masih memenuhi standar untuk diolah kembali menjadi botol. Mereka bertugas menyuplai flakes (cacahan plastik) untuk dikirim ke Namasindo dan dibuatkan botol plastik baru.

"Proses di sini yakni sortir awal, lalu penggilingan, pencucian, pengeringan setelah itu sortir akhir, terakhir baru packing untuk kita suplai ke Namasindo," terang Jasmine, pemilik Roy Pet pada Liputan6.com, Selasa, 10 Desember 2019.

2 dari 3 halaman

Tak Boleh Terkontaminasi

Roy Pet
Perbesar
Hasil pengolahan botol plastik bekas di Roy Pet berupa flakes (cacahan plastik). (Liputan6.com/Henry)

Menurut Jasmine, proses awal ini lebih banyak dikerjakan secara manual. Ia mempekerjakan 155 karyawan yang sebagian besar perempuan.

Setelah botol-botol tersebut disortir, barulah kemudian digiling untuk menghasilkan flakes. Sementara botol yang tak lolos sortir, dijual kepada pengepul yang membutuhkan bahan baku lainnya, seperti untuk membuat tekstil hingga tas.

"Sehari kita bisa menerima sekitar 11 ton botol plastik dan biasanya yang bisa diproses sekitar 10 ton, jadi dalam sebulan kita bisa mengolah 300-500 ton. Ini hitungan hasil flakes cacahan," terang Jasmine.

"Botol yang bisa diproses yang masih bening dan tidak terkontaminasi apa pun. Kalau yang tidak diproses, biasanya karena sudah dimasukkan oli atau rokok atau bahan berbahaya lainnya, kita tidak memproses itu," sambungnya.

Meski nantinya untuk dibuatkan botol plastik Aqua, Roy Pet menerima semua botol plastik bekas dari berbagai merek. Yang terpenting, seperti dikatakan Jasmine, botol tidak terkontaminasi bahan apa pun.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓