Kemping Khusus untuk Sembuhkan Patah Hati, Biayanya Rp18 Juta

Oleh Henry pada 10 Des 2019, 04:02 WIB
Diperbarui 10 Des 2019, 05:14 WIB
Ilustrasi (dok. Pixabay.com/Adhita Diansyavira)

Liputan6.com, Jakarta - Patah hati jadi hal yang tidak bisa dihindari dalam hidup. Rasa sakit karena ditinggal orang terkasih kadang bisa membuat kita sangat sedih, tidak bersemangat, dan kehilangan akal. Bukan hal baik bila kita terus larut dalam kesedihan, tapi tak semua orang bisa keluar dari situasi itu tanpa bantuan.

Untuk itu, Amy Chan mendirikan sebuah kamp untuk orang-orang yang sedang patah hati. Diadakan di Saugerties, New York, Amy menyebut kamp ini Breakup Boot Camp.

Dilansir dari laman independent.co.uk, Minggu, 8 Desember 2019, kamp ini adalah program terapi untuk meningkatkan spiritual dan sebuah pendekatan untuk menyembuhkan jantung. Setiap pasien patah hati yang datang tidak berkemah sendirian, mereka akan dibagi per kelompok.

Dalam satu kamp biasanya berisi belasan peserta perempuan yang akan disibukkan dengan berbagai kegiatan seperti yoga, membuat kerajinan, dan meditasi. Amy juga memperhatikan konsumsi pesertanya selama kemah berlangsung, ia telah menyiapkan hidangan yang sesuai dengan kebutuhan gizi setiap pesertanya seperti makanan yang bebas glukosa dan sedikit daging, makanan tersebut disiapkan langsung di tempat oleh ahli gizi.

Perkemahan ini berlangsung selama dua hari tiga malam. Biaya untuk transpotasi dan penginapan kira-kira menghabiskan sekitar 1.295 dolar AS atau setara dengan Rp18 juta sampai dengan Rp35 juta. Pasien bisa memilih penginapan dan fasilitator untuk setiap sesi penyembuhan. 

Rata-rata peserta adalah perempuan berusia 29 - 52 tahun dari berbagai daerah di AS, seperti California, Texas, Maryland, Vermont, Toronto, New York City dan New Jersey. Amy sebelumnya membuka kamp ini untuk laki-laki dan perempuan dari berbagai usia dan latar belakang masalah yang berbeda, tapi akhir-akhir ini kebanyakan pesertanya yang datang adalah perempuan dan membahas tentang hubungan asmara mereka.

Ilmuwan Naomi Arbit mengatakan bahwa banyak orang yang patah hati menggunakan mantan pasangan mereka 'untuk mengisi perasaan mereka yang hampa atau sepi'. Sebelum mereka memasuki hubungan baru, orang-orang perlu belajar bagaimana mengisi hal yang kosong pada diri mereka sendiri.

2 dari 2 halaman

Apa Saja yang Dilakukan di Kamp?

Ilustrasi (dok. Pixabay.com/Adhita Diansyavira)
Ilustrasi (dok. Pixabay.com/Adhita Diansyavira)

Amy akan menyambut para peserta dengan pelukan sambil menunggu peserta lain datang. Ketika sudah berkumpul, peserta kamp dan Amy akan membuat sesi pembukaan dengan duduk membuat setengah lingkaran di depan perapian. Di sesi ini, masing-masing peserta akan menceritakan kisahnya yang membuat mereka pergi ke Breakup Boot Camp.

Pagi hari, peserta akan melalukan sesi yoga di bawah pancaran sinar matahari yang belum terlalu terik dengan menggunakan minyak esensial aroma mawar di pergelangan tangan dan mengikuti intruktur yoga mereka. Kegiatan mereka berikutnya adalah peserta diminta membuat jurnal dan menuliskan hal-hal menyakitkan yang mereka alami, tulisan mereka akan menjaga mereka dari kenangan pahit yang menjadi sorotan utama dari ingatan.

Barillas, pelatih kamp mengatakan, "Kecemasan membuat Anda berada di masa lalu dan masa depan, karena terlalu menyakitkan untuk berada di masa sekarang."

Selanjutnya, peserta akan memulai sesi dengan seorang psikolog dan membahas hal-hal terkait pengaturan emosi dan kasih sayang pada diri sendiri. Elaina Zendegui, seorang psikolog klinis dari Rutgers, ia tergabung dalam kamp dan membahas hal-hal yang memotivasi dan membantu para peserta untuk mencari media ketenangan.

Di keesokan paginya, para peserta akan disambut oleh pakar holistik seperti Gina Marie untuk melakukan sesi latihan gerakan energi tantra dan kerja nafas, gerakan-gerakan yang dilakukan sangat sederhana seperti memutar pinggul kami selama lima menit, lalu mengocoknya selama lima menit lagi.

Tidak semua kesedihan dan kekecewaan bisa diungkapkan dengan air mata. Akan begitu menyakitkan jika terus memendam kesedihan berlarut-larut, namun, tak semua orang dapat berekspresi dan menemukan media yang baik untuknya meluapkan kesedihannya.

Di kamp ini, para profesional membantu peserta untuk mengungkapkan kesedihannya, instruktur pada kamp ini akan memancing emosional peserta sehingga peserta mendapatkan kperasaaan yang lebih baik. Para profesional di kamp ini juga akan mendengarkan dan memberikan masukan dengan kata-kata yang lembut dan menyentuh pada peserta.

Amy juga membuat emosional dengan peserta semakin kuat dengan mengadakan sesi api unggun sebelum perpisahan. Di sesi terakhir, Amy akan memberikan pelukan selamat tinggal dan berharap peserta yang selesai menjalani kamp di Breakup Boot Camp dapat menjalani hidup mereka dengan lebih baik. (Adhita Diansyavira)

 

 

Lanjutkan Membaca ↓