6 Makna Warna-warni Etnik dalam Koleksi Terbaru Merdi Sihombing

Oleh Henry pada 06 Des 2019, 04:03 WIB
Diperbarui 06 Des 2019, 04:03 WIB
Kain Tenun

Liputan6.com, Jakarta - Eco Fashion Week Indonesia kembali diselenggarakan di Sarinah setelah sebelumnya gelar fashion perdana digelar di Gedung Stovia, Jakarta, pada penghujung 2018. Dalam kesempatan ini, desainer Merdi Sihombing memamerkan 20 koleksi busana rancangannya.

Nuansa etnik dipilih, bahkan melibatkan beberapa penenun dari Nusa Tenggara Timur. Warna-warni nan cerah mendominasi rancangannya. 

Pewarna yang digunakan ternyata berasal dari tanaman. Masing-masing warna memiliki makna tersendiri. Ia menjelaskannya dalam buku terbarunya yang berjudul Pewarnaan Alam, Jendela Menuju Mode Keberlanjutan. Berikut detailnya. 

Merah

Dalam bukunya, Merdi menjelaskan makna warna merah sering disandingkan dengan api, darah, dan matahari. Namun, tenun yang ia buat kaya akan warna merah cerah, karena menarik dan menonjol. Dalam filosofi di bukunya, warna merah juga identik dengan sifat pemberani, sedangkan jika dikaitkan dengan psikologi, warna merah memancarkan kesan energi, gairah, kekuatan, kegembiraan, cinta, nafsu dan juga peringatan bahaya.

Biru

Biru adalah warna yang melambangkan profesionalitas, kecerdasan, kepercayaan, bahkan simbol kekuatan. Pada busana yang dipamerkannya pada Eo Fashion Week, Kamis, 5 Desember 2019 di Sarinah, Merdi juga menjadikan warna biru sebagai outer perempuan dipadu dengan warna cokelat.

Dalam bukunya, Merdi menyinggung warna biru menyimbolkan sikap dingin, keras kepala, tidak ramah, dan kurang empati. Namun dalam interior, warna biru sering digunakan karena menciptakan kesan luas, stabil, sejuk, dingin, dan relaksasi pada ruangan.

Dalam pemakaian warna biru, Merdi menyarankan jangan menggunakan biru yang terlalu soft. Hal ini juga ia terapkan pada pemilihan warnanya untuk busana tenun, apalagi pada area yang ingin lebih ditonjolkan.

2 dari 3 halaman

Kuning

Peragaan Busana Eco Fashion Week 2019
Model peragaan busana di acara Eco Fashion Week Indonesia 2019 5 Desember 2019 di Sarinah, Jakarta. (Liputan6.com/Adhita Diansyavira)

Kesan pertama yang muncul pada warna kuning adalah ceria, warna yang paling terkesan cerah dan mencolok. Merdi juga menggunakan warna kuning pada tenun, bahkan hingga dua stel. Warna kuning, menurut Merdi, jika digunakan dalam ruangan mampu merangsang pikiran dan mental, bahkan bisa berdampak pada kemampuan analisis seseorang.

Merdi juga menyinggung anggapan bahwa penyuka warna kuning biasanya cenderung bijaksana, cerdas dalam segi akademis, kreatif, serta mampu memunculkan ide-ide baru. Di beberapa negara di Asia, warna kuning melambangkan kebangsawanan, sesuatu yang mewah, agung, dan magis.

Jingga

Sedikit berat dari warna kuning, jingga dipercaya sebagai warna yang mampu merangsang emosi atau perasaan seseorang. Tak heran, warna jingga biasanya banyak digunakan pada tempat makan atau ruang kerja. Warna jingga punya daya tarik yang kuat, dan memberi kesan kehangatan, kenyamanan, keceriaan, dan optimisme.

Hijau

Warna hijau juga banyak dipakai pada busana tenun Merdi karena warna hijau menimbulkan kesan alam yang memberi kesan kesuburan, kesegaran, dan kedamaian. Dalam psikologi, hijau dipercaya bisa membangun ketenangan pikiran seseorang, menurunkan stres, sarana penyembuhan, dan menimbulkan rasa empati.

Ungu

Pemakaian warna ungu pada busana tenun juga cocok untuk membawa nuansa etnik, meski agak terkesan gelap, warna ungu bermakna imajinatif, spiritualitas, dan sisi misterius. Warna sekunder yang satu ini sering dianggap bisa menarik perhatian dan memancarkan kekuatan, namun tak lepas dari kesan lain seperti ambisius, independen, kebijaksanaan, dan kemewahan.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓