Tradisi Putri Kerajaan Belanda, ke Sekolah Naik Sepeda dan Tak Ada Pesta Ultah

Oleh Henry pada 03 Des 2019, 01:02 WIB
Diperbarui 05 Des 2019, 00:13 WIB
Putri Cahtarina-Amalia

Liputan6.com, Jakarta - Bagi seorang putri kerajaan, merayakan ulang tahun dengan pesta mewah dan meriah tentu jadi hal biasa. Namun, hal itu tak berlaku bagi putri dari kerajaan Belanda ini.

Putri Cahtarina-Amalia adalah anak Raja Willem-Alexander dan Ratu Maxima dari Belanda yang akan genap berusia 16 tahun pada 7 Desember 2019. Namun, hari spesial tersebut dipastikan tak akan dirayakan secara besar-besaran.

Alasannya, Putri Cahtarina-Amalia harus fokus pada studinya. Ratu Maxima memastikan hal tersebut dalam sebuah wawancara dengan RTL Boulevard, seperti dilansir dari HarpersBazaar, 30 November 2019.

"Tak akan ada perayaan besar. Dia harus belajar karena masih banyak pekerjaan rumah dan tugas dari sekolahnya, dan akhir tahun segera tiba, jadi banyak kegiatan yang harus dihadiri," terang Ratu Maxima.

Meski begitu, bukan berarti tak ada perayaan ulang tahun sama sekali. Ratu Maxima memastikan perayaan hari spesial putrinya akan sangat sederhana.

"Kami akan bernyanyi untuknya, mungkin ini akan menjadi tradisi selama dua tahun ke depan sebelum dia pindah dari rumah ini," ucap sang Ratu Belanda ini.

2 of 3

Terbiasa Sederhana

Keluarga Kerajaan Belanda
Raja dan Ratu Belanda bersama ketiga putri mereka. (dok.Instagram @princess.catharinaamalia/https://www.instagram.com/p/B0HEY0DH39F/Henry)

Sebagai putri Raja, Putri Cahtarina-Amalia adalah pewaris takhta Kerajaan Belanda. Ayahnya resmi menjadi raja Belanda pada 2013.

Catharina-Amalia yang merupakan anak pertama mempunyai dua orang adik yang juga perempuan yaitu Princess Alexia (14) dan Princes Ariane (12). Ia mempunyai julukan Princess of Orange.

Selain tak ada perayaan ultah yang mewah, para putri kerajaan Belanda juga menjalani kehidupan dan masa sekolah dengan sederhana.

Catharina-Amalia bersama Alexia selalu berangkat sekolah dengan naik sepeda dari rumah mereka di Wassenaar ke Den Hag  yang jaraknya sekitar 11 km  tanpa pengawalan mencolok.

Tradisi naik sepeda dimulai oleh Ratu Wilhelmina. Sebelum didapuk menjadi ratu pada 1890, Wilhelmina saat sekolah selalu naik sepeda meski sempat ditentang pihak kerajaan Belanda.

3 of 3

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by