Mengolah Popok Bayi Bekas Pakai demi Kurangi Pencemaran Lingkungan

Oleh Henry Hens pada 16 Nov 2019, 21:05 WIB
Diperbarui 16 Nov 2019, 21:05 WIB
Popok Bayi
Perbesar
Ilustrasi/copyright pexels.com/pixabay.com

Liputan6.com, Jakarta - Para orangtua memilih popok sekali pakai karena dianggap lebih nyaman dan praktis. Produk ini dianggap meringankan pekerjaan orangtua.  Namun, kehadiran popok sekali pakai juga menyisakan permasalahan sampah yang tak hanya berpotensi mencemari lingkungan tapi juga mempengaruhi kesehatan manusia.

Untuk mengurangi pencemaran lingkungan perlu kerjasama antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat. Program ini sudah dijalankan salah satu merek popok bayi, Merries, yang menggerakkan ibu-ibu PKK di Jakarta Barat untuk mengedukasi masyarakat.

Merries yang merupakan produk andalan Kao Indonesia, bermitra secara strategis dengan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat dan Perusahaan Teknologi Pengolahan Limbah. Mereka melakukan Gerakan Mengolah Popok Bayi Bekas Pakai untuk Masa Depan Lingkungan, dengan mengajak dan menggerakkan 1.000 ibu di 28 posyandu di Jakarta Barat.

Mereka melakukan inisiasi program “Merries Senyumkan Lingkungan” untuk mengedukasi dan mengajak masyarakat, khususnya Ibu, untuk membuang popok bayi bekas pakai pada tempatnya dan menerapkan Gerakan Mengolah Popok Bayi Bekas Pakai untuk Masa Depan Lingkungan.

Merries mengumpulkan popok bayi bekas pakai di beberapa wilayah di Jakarta Barat untuk diolah kembali menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat. Popok bayi bekas pakai tersebut nantinya akan menjadi fiber dan oil.  Limbah memang menjadi salah satu permasalahan sosial dan kesehatan pokok di kota metropolitan.

"Idealnya, program inisiatif sosial yang berhubungan dengan isu kesehatan dan kebersihan lingkungan, haruslah dari hulu ke hilir, mulai dari penyuluhan edukasi terpadu dan berkesinambungan kepada para Ibu hingga ke teknologi untuk menanggulangi sampah tersebut, jadi tercipta dampak aksi sosial yang lebih terasa," tutur Inad Luciawaty, istri Walikota Jakarta Barat sekaligus Ketua Tim Penggerak PKK Kota Administrasi Jakarta Barat di Jakarta, Jumat, 15 November 2019, dalam keterangan tertulis yang diterima Liputan6.com.

Sedangkan Kao Indonesia terus memberikan dampak positif terhadap lingkungan. Salah satunya dengan mengurangi limbah popok bayi bekas pakai.

2 dari 3 halaman

Memberi Manfaat Bernilai

Popok Bayi
Perbesar
Gerakan Mengolah Popok Bayi Bekas Pakai untuk Masa Depan Lingkungan, foto: dok. Kao Indonesia

"Dengan inisiatif terpadu dan jalinan kerjasama berkelanjutan bersama para pemangku kepentingan, kami berharap dapat terus meningkatkan kualitas hidup masyarakat, dan pada waktu bersamaan berkontribusi untuk masyarakat dan lingkungan secara berkelanjutan," terang Susilowati, VP Marketing, Kao Indonesia dalam kesempatan yang sama.

Kao Indonesia bekerja sama dengan Perusahaan Teknologi Pengolahan Limbah untuk mengolah popok bayi bekas pakai menjadi minyak (oil) untuk mengoperasikan kembali mesin recycle popok bayi bekas pakai tersebut.

Sementara fiber yang didapat diolah menjadi batako untuk bahan pembangunan dan juga pot untuk tanaman, sehingga program aksi sosial ini menjadi full circle dengan memberikan manfaat bernilai untuk masyarakat dan lingkungan.

Ditengah masalah global yang dihadapi seperti pemanasan global dan isu sampah, Kao Indonesia terus berkomitmen untuk tetap memperhatikan dampak lingkungan dari semua aktivitas bisnis yang dilakukan.

"Kami berharap bahwa acara peresmian ini bisa menjadi motivasi bagi Merries untuk selalu berkomitmen memberikan senyuman kepada bayi-bayi di Indonesia. Dan di saat bersamaan juga dapat memberikan senyuman kepada lingkungan, serta menjaga kelangsungan kesehatan serta kesejahteraan hidup masyarakat Indonesia," tutup Susilowati.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓