Mengisi Kemerdekaan dengan Kegiatan Positif di Momen Hari Pahlawan

Oleh Liputan6.com pada 10 Nov 2019, 05:12 WIB
Diperbarui 10 Nov 2019, 05:12 WIB
Hari Pahlawan, Jokowi-Ma'ruf Tabur Bunga di TMPN Kalibata
Perbesar
Wakil Presiden Ma'ruf Amin memberi hormat saat tiba menghadiri upacara peringatan Hari Pahlawan Nasional di Taman Makam Pahlawan (TMP) Utama Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu (10/11/2019). (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Jakarta - Hari Pahlawan 2019 merupakan momen yang tepat bagi bangsa Indonesia merenungkan kembali arti sebagai anak bangsa yang berbakti bagi Ibu Pertiwi Indonesia.

Sekretaris Jenderal Generasi Optimis (GO) Indonesia, Tigor Mulo Horas Sinaga mendukung pernyataan Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo dalam Upacara Peringatan Hari Pahlawan di TMP Kalibata Jakarta, Minggu, 10 November 2019.

Bambang Soesatyo atau akrab disapa Bamsoet, menyerukan agar seluruh lapisan masyarakat di Indonesia diminta tak hanya sekadar mengingat jasa para pahlawan yang telah mendedikasikan dirinya untuk kemerdekaan Republik Indonesia. Namun juga menerapkan spirit para pahlawan dengan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Saat ini perjuangan yang kita lakukan bukan lagi mengangkat bambu runcing maupun senjata. Ancaman nyata saat ini adalah masalah intoleransi dan radikalisme. Tugas kita bersama untuk menjaga keutuhan NKRI," tutur Bamsoet.

Horas Sinaga setuju bahwa seluruh elemen bangsa, khususnya kaum muda, harus meneruskan perjuangan yang telah dirintis para pahlawan, dan mengisi kemerdekaan dengan kegiatan yang positif, sebagaimana dikatakan oleh Bamsoet. Selain tentunya berkontribusi dan mencintai serta mengharumkan nama bangsa Indonesia dengan selalu menjaga nilai-nilai luhur Pancasila.

"Pahlawan berasal dari Bahasa Sansekerta, phala-wan yang merujuk pada orang menghasilkan buah phala berkualitas bagi bangsa, negara, dan agamanya. Atau 英雄 yingxiong dalam bahasa Mandarin," kata Horas di Jakarta, Minggu, 10 November 2019.

"Pahlawan adalah orang yang menonjol karena keberanian dan pengorbanannya dalam membela kebenaran, dia berjuang dengan gagah berani," tambah pengamat politik dan intelijen ini.

Horas Sinaga mengatakan bahwa Generasi Optimis Indonesia mengajak semua elemen bangsa untuk menghidupi semangat kepahlawanan di era post-milenial ini untuk bersama menjaga kedaulatan bangsa dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

"Bung Karno, Bung Hatta, Sam Ratulangi, Cut Nyak Dien, Pangeran Diponegoro, Pangeran Antasari, Sisingamangaraja XII, Kapiten Pattimura, Patih Jelantik, dan semua pahlawan bangsa ini telah berjuang pada zamannya masing-masing. Semua demi Ibu Pertiwi. Bagaimana dengan kita sekarang?" tegas Horas dengan semangat.

Generasi Optimis Indonesia
Perbesar
Kiri ke Kanan : Mangasi Sihombing, Dirjen IDP Kemlu RI, dan Sekjen GO Indonesia. foto: istimewa

Mengatasi Intoleransi

Dalam kesempatan yang sama, Dewan Pembina Generasi Optimis Indonesia, Mangasi Sihombing pun menyoroti bahwa tingginya praktik intoleransi akhir-akhir ini mendesak untuk segera diatasi mulai dari dunia pendidikan.

"Pendidikan mulai dari PAUD hingga perguruan tinggi sudah disusupi gerakan intoleransi. Karena itu Generasi Optimis Indonesia mendukung Presiden Jokowi memaksimalkan peran Kemendikbud, Kemenag, Kemendagri, dan elemen-elemen lain yang terkait untuk mengatasi praktik intoleransi," kata Mangasi.

Kembali mendukung pernyataan Bamsoet, Mangasi pun mengatakan bahwa kurikulum pelajaran sejarah bangsa dan negara dalam mata pelajaran, baik di tingkat SD, SMP, dan SMA harus segera dimasukkan kembali oleh Kemendikbud melalui Ditjen Pendidikan Dasar dan Menengah.

Hal tersebut sangat krusial karena generasi muda juga wajib mengenal sejarah bangsanya sendiri serta mengenal perjuangan para pahlawan untuk kemerdekaan Republik Indonesia.

"Seperti seruan Pak Bamsoet bahwa ketahanan bangsa Indonesia dapat terwujud apabila generasi muda dapat mengenal jati diri bangsanya, sehingga sangat penting menumbuhkan rasa nasionalisme yang tinggi di kalangan milenial," jelas Mangasi.

"Generasi muda harus selalu disadarkan bahwa bahtera besar ini senantiasa dijaga dan dirawat oleh semua orang yang menjadi penumpangnya karena keselamatan bahtera NKRI tidak hanya bergantung kepada nahkoda saja, tetapi kepada siapa saja yang ada di bahtera ini," tambah Mangasi yang merupakan mantan Duta Besar untuk Hungaria, Kroasia dan Bosnia ini.

"Generasi Optimis Indonesia mengucapkan selamat menghayati Hari Pahlawan, dan semoga banyak pahlawan gagah berani zaman ini yang berjuang bagi Ibu Pertiwi," pungkas Mangasi.

#Tigor Mulo Horas Sinaga

#Hari Pahlawan

#Bambang Soesatyo

#Melawan Intoleransi

#Empat Pilar MPR

#Mangasi Sihombing