Biskuit Marie Menjelma dalam Koleksi Busana Streetwear di USS 2019, Desainnya Bikin Lapar

Oleh Dinny Mutiah pada 09 Nov 2019, 11:30 WIB
Diperbarui 09 Nov 2019, 12:16 WIB
Biskuit Marie Menjelma dalam Koleksi Busana Streetwear di USS 2019

Liputan6.com, Jakarta - Banyak hal seru yang bisa ditemukan Urban Sneaker Society (USS) 2019 di Jakarta mulai Jumat, 8 November 2019, dan akan berakhir pada Minggu, 10 November 2019. Salah satunya kolaborasi antara produsen biskuit marie Regal dan brand streetwear premium asal Jakarta, Untold.

Biskuit yang biasanya dimakan dengan dicelup ke dalam susu atau air itu menjelma jadi beragam produk, mulai dari pin, stiker, hingga jaket yang diproduksi hanya 76 potong. Tak hanya tersedia dalam warna kuning kecokelatan yang mencerminkan warna biskuit, tetapi juga ada hitam dan putih.

Tenant yang ditempati selama tiga hari itu juga menyedot perhatian. Sebuah kotak pajangan berisi kemasan biskuit, kaleng biskuit, hingga bantal, dirancang seolah mirip vending machine. Sementara di tengah-tengah area disediakan tempat duduk dengan bantal kursi bulat pipih bergambar kue marie.

Desain eye-catching tersebut berhasil menarik perhatian pengunjung yang hilir mudik masuk ke dalam. Ada yang sekadar melihat-lihat karena penasaran, tetapi juga ada yang mencoba dan membeli produknya.

 

 

 

Biskuit Marie Menjelma dalam Koleksi Busana Streetwear di USS 2019
Lemari pajangan barang-barang kolaborasi dengan produsen biskuit mari yang didesain mirip vending machine di USS 2019. (Liputan6.com/Dinny Mutiah)

Yung, founder Untold.co, menyebut kolaborasi antara UNTOLD dan Marie Regal itu bisa terjadi lantaran ia ingin menyimpan memori masa kecil saat makan biskuit tersebut. Apalagi, ia menganggap fesyen dan makanan merupakan bagian dari gaya hidup yang tidak terpisahkan.

"Semua pasti pernah makan biskuit ini. Bahkan, ibu saya biar saya gampang isi perut sebelum ke sekolah, selalu nyiapin biskuit ini dengan susu pagi-pagi," tuturnya saat ditemui di USS 2019 di Jakarta, Jumat, 8 November 2019.

Ia juga menyebut produk yang bagus saja tidak cukup. Kolaborasi dibutuhkan untuk meningkatkan nilai tambah dari produk yang dibuat.

Pendekatan dilakukan intens selama tiga bulan. Melalui proses diskusi, kolaborasi akhirnya terwujud lantaran antara Untold dan Regal punya tiga nilai yang sama, yaitu tak kompromi pada kualitas, berangkat dari visi keluarga, dan fokus.

"Marie Regal itu dulunya sempat punya banyak varian, tapi kemudian banyak disingkirin hingga akhirnya hanya biskuit marie. Tapi dengan itu, mereka malah menjadi perusahaan marie nomor satu di Indonesia. Begitu pula dengan kami yang fokus menjadi urban streetwear premium luxury brand," tuturnya.

2 of 3

Dari Kemasan hingga Pengalaman

Biskuit Marie Menjelma dalam Koleksi Busana Streetwear di USS 2019
Booth Untold di USS 2019. (Liputan6.com/Dinny Mutiah)

Tak sekadar mendesain busana dan aksesori, Yung menyatakan pihaknya juga memikirkan soal kemasan agar semakin memikat pembeli. Ia memanfaatkan kemasan biskuit marie yang ada, yakni kaleng dan bungkus sachet.

Kemasan kaleng adalah untuk menyimpan hoodie, sementara bungkus sachet digunakan untuk menyimpan kaus. Meski menggunakan kemasan yang sudah ada, desainnya diubah sedikit agar berbeda dengan menambahkan label atau tulisan seputar kolaborasi keduanya.

Soal harga, Yung menyebut koleksi kolaborasi itu dimulai dari Rp50 ribu hingga Rp1,8 juta. Yang termurah untuk stiker, sementara termahal adalah jaket jeans.

Seakan belum cukup, konsumen yang berbelanja dengan minimal pembelian tertentu berkesempatan dapat bantal bulat bergambar kue marie. Pengunjung juga berkesempatan memutar memori masa kecil dengan menikmati kue sambil dicelup ke air di tempat tersebut. 

"Sejauh ini saya lihat sangat amat menyenangkan. Dari tadi saya tersenyum terus," katanya menanggapi pertanyaan tentang respons pengunjung.

3 of 3

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by