Siapa Bilang Wisata Edukatif Enggak Seru? Coba Datang ke Kampung Tajur

Oleh stella maris pada 29 Okt 2019, 14:00 WIB
Diperbarui 29 Okt 2019, 14:00 WIB
Kampung Tajur
Perbesar
Kampung Tajur (Travelingyuk).

Liputan6.com, Jakarta Liburan tak melulu harus menyambangi tempat ramai yang penuh dengan fasilitas wisata modern. Kamu bisa mendefinisikan liburan sebagai waktu yang tepat untuk belajar. Ya belajar sambil bermain dan menciptakan keseruan lain.

Nah sudah siap melakukanl iburan anti mainstream? Jika sudah, diulasan kali ini kami akan membahas mengenai tempat wisata edukatif yang berlokasi tak jauh dari Jakarta.

Namanya Kampung Tajur yang terletak di Desa Pesanggrahan, Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta. Menariknya, Kampung Tajur ini menyediakan berbagai edukasi yang dapat diikuti bukan hanya untuk anak-anak saja, tapi kamu dan teman-temanmu juga kok.

Jadi edukasi seperti apasaja yang bisa kamu dapatkan di Kampung Tajur ini? Yuk bahas satu per satu.

1. Empati

Ketika datang ke Kampung Tajur, kamu bisa bermalam di homestay atau rumah warga. Ada sekitar 120 rumah di Kampung Tajur, namun hanya 42 rumah yang biasa dijadikan homestay. Menariknya dari homestay ini, kamu akan merasakan aktivitas harian yang dilakukan si pemilik rumah.

Kampung Tajur
Perbesar
Rumah warga di Kampung Tajur/Instagram @al_bunyani via @explorepurwakarta.

Misalnya,keluarga tempat kamu menginap profesinya adalah petani. Artinya kamu harus mengikuti keseharian mereka pergi ke sawah atau ladang. Jika mereka adalah peternak, kamu harus ikut mereka ke padang rumput untuk mengurus hewan ternaknya. Menarik kan?

2. Budaya Sunda

Selain mengikuti program homestay, kamu juga akan menyaksikan sekaligus merasakan kearifan lokal warga di Kampung Tajur. Salah satunya adalah tradisi Tetunggulan, di mana kamu akan melihat para ibu berusia senja yang menumbuk padi. 

Kegiatan tradisional menumbuk padi itu dilakukan dalam wadah yang dapat mengerluarkan bunyi-bunyian. Kamu juga bisa mencobanya kok. 

Kampung Tajur
Perbesar
Kampung Tajur (Travelingyuk).

3. Kerajinan Tangan

Dengan membayar sekitar Rp50 ribu, kamu bisa belajar banyak tentang kerajinan tangan dari barang bekas.

Enggak cuma itu saja, di siang hari kamu bisa menjelajah alam dengan trekking ke Gunung Burangrang. Malam harinya, sambal santai menikmati umbi-umbian dan ngopi, kamu bisa bercengkerama dengan keluarga atau si pemilik rumah.

Untuk informasi, Kampung Tajur kini sudah terkenal hingga kemancanegara lho. Bahkan pada 2016, tempat itu jadi ajang World Village Conference dengan peserta dari 23 delegasi negar tetangga, seperti Jepang, Korea, Amerika, Jerman, Tiongkok, dan Azerbaijan.

 

(*)