Miris, Kakek di Malaysia Tutup Museum Gratis Miliknya karena Ulah Pengunjung

Oleh Asnida Riani pada 24 Okt 2019, 19:02 WIB
Diperbarui 24 Okt 2019, 19:16 WIB
Wisata Malaka

Liputan6.com, Jakarta - Nordin Ali harus menelan pahit pil kekecewaan. Bagaimana tidak, niat baik kakek 81 tahun ini malah dibalas perlakuan kurang menyenangkan para pengunjung museum yang dikelolanya sendiri. Padahal, Nordin tak memungut tiket masuk bagi mereka yang ingin melihat koleksi museumnya.

Melansir dari Says, Rabu, 23 Oktober 2019, lelaki asal Padang Temu, Malaka, Malaysia ini telah mulai mengoleksi barang antik sejak berusia 15 tahun, hingga kini terkumpul 2.500 barang antik yang sengaja ditaruh di rumahnya.

Berdasarkan laporan Jurnal Malaysia, Rumahku Muziumku adalah [museum](Ekspansi galeri ini dilakukan dengan tak mudah. "") di mana Nordin memamerkan barang antik koleksi pribadinya. Museum tersebut telah dibuka sejak 2002.

Ekspansi galeri ini dilakukan dengan tak mudah. Nordin harus membayar sejumlah uang untuk memperoleh barang antik langsung dari pemiliknya. Beberapa di antaranya bahkan mengharuskannya menukar barang antik yang sudah dimiliki.

Barang antik yang sudah dikumpulkan selama puluhan tahun ini berasal dari berbagai negara di dunia. termasuk Tiongkok, Belanda, Indonesia, Portugal, Jepang, dan Inggris.

Koleksi museum milik Nordin, termasuk boks musik berusia 120 tahun, gerabah antik dari Tiongkok, lampu mesin kereta berumur 115 tahun, juga dipan tempat tidur Baba Nyonya yang sudah dilelang dan laku senilai 1 juta dolar Hong Kong atau setara Rp1,8 miliar.

* Dapatkan pulsa gratis senilai jutaan rupiah dengan download aplikasi terbaru Liputan6.com mulai 11-31 Oktober 2019 di tautan ini untuk Android dan di sini untuk iOS

2 dari 3 halaman

Terpaksa Tutup

Wisata Malaka
Rumahku Muziumku di Malaka, Malaysia. (dok. Instagram @amrazfr/https://www.instagram.com/p/ZdDaarFM3D/)

Belakangan, Nordin membulatkan hati menutup museum karena barang-barang antiknya terus saja dicuri pengunjung. Ia mengaku sangat sedih dan kecewa saat mengetahui hal tersebut.

Nordin mengungkap, rumahnya juga sudah sering kali jadi target para pencuri. Insiden terakhir terjadi pada September 2019, di mana barang antik senilai 1.800 ringgit Malaysia atau setara Rp6 juta raib diboyong maling.

Kejadian ini sudah dilaporkan pada polisi per tanggal 21 September 2019 dan membuatnya memutuskan menutup museum yang selama ini dibuka untuk umum.

Kendati, kesedihan Nordin lebih pada kehilangan barang antik yang sudah dengan telaten ia koleksi. Barang antik ini terus saja berkurang jumlahnya karena secara terbuka dipajang di musum pribadi milik Nordin. Mengingat ia dan istrinya sudah berusia senja, mereka tak bisa mengawasi keberadaan semua barang antik tersebut.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓