Alasan Kawah Putih Ciwidey Ditutup Sementara bagi Turis

Oleh Liputan6.com pada 08 Okt 2019, 19:05 WIB
Kawah Putih Ciwidey Bandung Selatan

Liputan6.com, Jakarta - Peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Kawah Putih, Ciwidey, Bandung, membuat kawasan tersebut ditutup sementara. Hal itu ditegaskan Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko.

"Kan tidak mungkin pengunjung dipersilakan masuk ke tempat yang terbakar untuk berswafoto, namun untuk akses ke sana tetap bisa hanya beberapa titik saja, tidak keseluruhan terbakar, jadi sebagian yang ditutup," kata Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Selasa (8/10/2019), seperti dikutip Antara.

Penutupan salah satunya difokuskan terhadap area Skywalk Cantigi untuk menghindari jatuhnya korban. Area itu merupakan tempat berswafoto di kawasan itu karena turut terbakar.

Petugas pemadam dan aparat kepolisian, menurut Trunoyudo, tak mudah melakukan pemadaman di kawasan tersebut. Karena lokasi yang terbakar berada di gunung dengan medan yang tak rata.

"Di sana itu area gunung, butuh alat dan tidak bisa manual untuk memadamkan itu," katanya.

2 of 3

15 Hektare

ILustrasi Kawah Putih (sumber: intagram.com/ixudyn)
ILustrasi Kawah Putih (sumber: intagram.com/ixudyn)

Kebakaran hutan dan lahan yang melanda kawasan Kawah Putih terjadi pada Senin, 7 Oktober 2019 pada pukul 14.00 WIB. Dampak dari kebakaran di Kawah Putih sekitar 15 hektare.

Kebakaran hutan dan lahan terjadi di wilayah Desa Sugihmukti, Kecamatan Pasirjambu, mengakibatkan tanaman dan pohon hangus terbakar, seperti pohon cantigi, pakis andam, dan alang-alang.

Saat ini Polres Bandung dibantu Polda Jabar masih berupaya melakukan penyelidikan mengetahui penyebab terjadinya karhutla di kawasan Kawah Putih. Penyebab kebakaran bisa saja terjadi karena dua faktor, yakni faktor alam dan faktor manusia.

"Karena sekarang musim kemarau, tentu kan banyak alang-alang, rumput, serta pepohonan mengering, itu berpotensi karena bahan yang mudah terbakar," kata Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko.

Sementara itu, faktor manusia bisa terjadi akibat disengaja maupun tak disengaja. Jika disengaja perlu alat bukti penyelidikannya, sedangkan jika tak disengaja bisa saja karena masyarakat membuang sampah sembarangan, seperti puntung rokok dan botol air mineral.

 

3 of 3

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓