Hitung Mundur Penyelenggaraan Jakarta Fashion Week 2020

Oleh Asnida Riani pada 04 Okt 2019, 00:05 WIB
Diperbarui 04 Okt 2019, 00:05 WIB
Jakarta Fashion Week 2020
Perbesar
Konferensi pers Jakarta Fashion Week 2020 di Senayan City, Jakarta, 2 Oktober 2019. (Liputan6.com/Asnida Riani)

Liputan6.com, Jakarta - Hitung mundur penyelenggaraan Jakarta Fashion Week (JFW) 2020 makin mendekati akhir. Tahun ini, setidaknya bakal ada 76 show dari 240 label dan desainer, baik dalam maupun luar negeri, yang akan pamer karya di runway JFW pada 19--25 Oktober 2019 di Senayan City, Jakarta.

JFW 2020 menjanjikan lebih dari 2.800 koleksi terbaru. Beberapa nama yang patut dinanti adalah Toton, Peggy Hartanto, BYO, Major Minor, Sean Sheila, Danjyo Hiyoji, Rani Hatta, PVRA, Novita Yunus, Friederich Herman, Bateeq, ATS The Label, Cotton Ink, Monday to Sunday, Day And Night, dan Jenahara.

Di samping, beberapa desainer yang syarat akan kejutan-kejutan manis dalam show, seperti Oscar Lawalata, Sejauh Mata Memandang, Natalia Kiantoro, Rama Dauhan, dan Diniira. 

Mitra internasional turut memperkaya konten JFW 2020 adalah British Council, Japan Fashion Week Organization, Korea Model Association, Korea Creative Content Agency, dan Tunis Fashion Week, mitra terbaru yang akan mempersembahkan Seif Dean Loufat dari Tunisia.

Kian memanjakan pengunjung, bakal ada lebih dari 100 label fesyen, aksesori, lifestyle, serta tenant makanan yang berpartisipasi di area Fashionlink Showroom & Market pada 21-25 Oktober 2019 di The Hall, lantai 8 Senayan City.

Area yang merupakan bagian dari penyelenggaraan Jakarta Fashion Week tersebut juga akan diisi beragam kegiatan menarik, seperti trunk show dan talkshow dari para mitra komunitas dari berbagai bidang, termasuk lingkungan, fotografi, hingga wellness.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Tonton Langsung di Aplikasi

Jakarta Fashion Week 2020
Perbesar
Konferensi pers Jakarta Fashion Week 2020 di Senayan City, Jakarta, 2 Oktober 2019. (Liputan6.com/Asnida Riani)

Bentuk komitmen dalam peran sebagai pioneer, JFW di penyelengaraan ke-12 ini telah secara resmi meluncurkan aplikasi Jakarta Fashion Week. Direktur Jakarta Fashion Week Lenni Tedja menuturkan, aplikasi tersebut memuat berbagai kegiatan yang relate dengan JFW.

"Jadi, tidak hanya akan update di minggu-minggu penyelenggaraan, tapi juga sepanjang tahun," katanya di konferensi pers di bilangan Jakarta Pusat, Rabu, 2 Oktober 2019.

Sementara, Peter Chandra selaku CEO Moonlay Technologies yang membantu hadirnya aplikasi JFW mengungkap, sangat gembira bisa berkolaborasi dengan Jakarta Fashion Week. "Ada beberapa fitur yang menurut kami akan sangat membantu, di antaranya ticketing, show reminder, gallery, profil desainer, special updates notifications, dan booth trail,” tuturnya.

Tak lupa, bakal ada juga deretan fashion show yang ditayangkan secara langsung di aplikasi yang sudah bisa diunggah, baik di Play Store maupun App Store, tersebut.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Bocoran Koleksi Para Desainer

Jakarta Fashion Week 2020
Perbesar
Konferensi pers Jakarta Fashion Week 2020 di Senayan City, Jakarta, 2 Oktober 2019. (Liputan6.com/Asnida Riani)

Dalam kesempatan tersebut, beberapa desainer turut memberi gambaran koleksi yang akan mereka boyong ke runway Jakarta Fashion Week (JFW) 2020.

"Koleksi kali ini akan mencerminkan concern saya pada lingkungan, terutama habitat fauna yang makin terancam," ucap Albert Yanuar. Refleksi ide ini akan terliat pada koleksinya yang tak memakai bulu asli, melainkan bordiran yang dibuat tiga dimensi.

Sedangkan, Rani Hatta akan mengusung tema atas dan bawahan, sebagaimana dideskripsikan, tak akan nyambung. "Inspirasinya dari air terjun. Jadi, bakal banyak komponen," katanya. Tapi, potongannya membuat koleksi ini tetap bisa dipakai di banyak kesempatan.

Keresahan akan lingkungan kembali diangkat lewat koleksi rancangan Andhita Siswandi yang akan memanfaatkan botol bekas. Di samping, menjanjikan kombinasi warna tak biasa. Begitu pun dengan Sejauh Mata Memandang yang bakal memanfaatkan kain perca dalam pembuatan koleksinya.

Major Minor akan membawakan koleksi terinpirasi dari layang-layang. Kendati terkesan simpel, tapi penerjemahan maknanya dikatakan cukup menantang.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya