Tips Agar Tak Tertipu Produk Skincare Palsu

Oleh Liputan6.com pada 30 Sep 2019, 15:07 WIB
Diperbarui 01 Okt 2019, 21:13 WIB
Kosmetik Palsu

Liputan6.com, Jakarta - Dunia kecantikan saat ini berkembang dengan pesat. Hal itu membuat pecintanya dihadapkan oleh beragam pilihan. Mulai dari yang murah hingga mahal, lokal maupun internasional, produk-produk kecantikan memiliki penggemarnya masing-masing.

Namun hal utama yang patut diwaspadai adalah keamanannya Ada produk skincare atau perawatan wajah yang katanya produk racikan dokter, tapi dokternya siapa? Dan kliniknya dimana?

Ada juga produk yang mengklaim produknya halal, tapi kok tidak ada sertifikasi halal nya? Nah, agar tak tertipu dengan produk-produk skincare abal-abal, simak tips berikut ini.

1. BPOM

BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) tidak mengeluarkan satu izin untuk semua produk . Jadi kita harus cek dan ricek kembali, apakah semua produk mereka sudah ada tambahan nomor seri BPOM-nya masing-masing.

Jangan sampai kita membeli serangkaian perawatan lengkap tapi ternyata night cream-nya belum lolos BPOM.

2. Punya Klinik Kecantikan Sendiri

Produk yang dikeluarkan oleh klinik kecantikan sudah pasti terjamin keamanannya. Dokter akan menyarankan produk sesuai dengan kebutuhan kulit kita. Maka dari itu, sebelum membeli disarankan berkonsultasi kepada dokter yang praktek di klinik tersebut.

3. Tempat Produksi

Sebagai pelanggan kekinian, kita harus jeli menelusuri darimana produk-produk ini berasal. Perusahaan kosmetik yang benar dan resmi sudah pasti akan mencantumkan nama dan alamat pabrik tempat mereka memproduksi. Dengan begitu kita bisa memastikan produk-produk tersebut bukan rekayasa.

2 of 2

4. Nama Dokter Tidak Disembunyikan

ilustrasi kosmestik abal-abal.
ilustrasi kosmestik abal-abal. (Liputan6.com/Arya Manggala)

Untuk beberapa produk yang merupakan racikan dokter, sudah pasti harus mencantumkan nama dan gelar dokternya. Biasanya tertera pula informasi tambahan lokasi klinik atau tempat praktek dokter tersebut.

Selain itu, di era sekarang kita juga bisa menelusuri berbagai review para Beauty vlogger atau dokter-dokter yang ada di media sosial. Mereka banyak mengedukasi masyarakat terutama tentang cara membedakan krim yang aman dan tidak.

Mereka bahkan mereka tidak segan-segan menyebut beberapa krim di pasaran yang yang patut diwaspadai seperti krim bermerk NH, Helwa, TML dan masih banyak lagi.

Dari beberapa video itu, bahkan mereka membandingkan konsentrat skincare yang benar dan “abal-abal”. Pengertian abal-abal bagi mereka adalah tidak bersertifikasi halal, tidak memeiliki BPOM tapi sudah berani beredar di pasaran dengan mengklaim produk adalah keluaran dokter spesialis.

Sebagai contoh, salah satunya adalah produk Helwa. Merek tersebut ada banyak sekali ragamnya tetapi ternyata baru dua saja produknya yang sudah mendapatkan sertifikasi aman dari BPOM. Lalu bagaimana dengan yang lainnya?

Coba kita pikirkan sendiri. BPOM adalah lembaga yang mengesahkan aman atau tidaknya makanan dan obat-obatan untuk dikonsumsi. Sebaiknya janganlah merelakan kulit indahmu untuk bahan uji coba.

Selain itu, ada sebuah video dokter kecantikan yang tengah mengaduk tiga hingga empat krim abal-abal tersebut dengan cairan tertentu. Perbedaannya sangat jelas, krim dengan BPOM akan berubah konsistensinya menjadi lebih cerah berwarna oranye di akhir proses.

Sedangkan krim abal-abal itu tetap saja berwarna gelap, pekat dan susah diaduk akibat konsistensinya yang mengandung unsur-unsur berbahaya seperti merkuri atau hidroquinon.

Lihat, cium dan rasakan teksturnya. Sebagai pengguna skincare kita harus ekstra hati-hati mempercayakan diri kepada produk kecantikan. Pembelian yang disediakan jika hanya via onlineshop saja, itu tidak cukup.

Ada banyak jenis perawatan yang membuthkan bimbingan dokter spesialis.  Karena itu, ada baiknya memilih produk dari berbagai mereka yang juga memiliki kliniknya sendiri. Selain membeli produk, kita juga harus mengagendakan konsultasi berkala.

Lanjutkan Membaca ↓