Indonesia Pimpin Sidang Umum UNWTO ke-23

Oleh Reza pada 15 Sep 2019, 10:41 WIB
Kemenpar
Liputan6.com, Jakarta Brand Wonderful Indonesia terus diakui dunia. Buktinya, Indonesia dipercaya memimpin Sidang Umum United Nations World Tourism Organization (UNWTO) 2019. Sidang ke-23 tersebut digelar di Saint Petersburg, Russia, 11-12 September 2019.
 
Adalah Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran II Kementerian Pariwisata Nia Niscaya yang dipercaya sebagai Wakil Presiden Sidang Umum UNWTO ke-23. Dengan segala kapabilitasnya, Nia mulus memimpin Sidang Umum tersebut.
 
“Menjadi Wakil Presiden Sidang Umum UNWTO ke-23 tentu jadi penghargaan yang luar biasa. Dunia tetap percaya dengan Indonesia. Hal ini tentu sangat bagus bagi branding pariwisata Indonesia. Kami tentu berharap adanya impact lebih besar dari dunia terhadap pariwisata Indonesia,” ungkap Nia.
 
Terpilih memimpin Sidang Umum UNWTO ke-23 pun menjadi prestasi tersendiri. Sebab, Sidang Umum ini hanya digelar 2 tahun sekali. Isu yang dibahas tidak main-main, yaitu perkembangan pariwisata di dunia. Pesertanya ada 122 negara dari total 158 anggota. Mereka datang dari berbagai belahan negara di dunia. Nia menambahkan, kepercayaan pasar dunia terhadap Indonesia akan terus naik.
 
“Tidak mudah memikul tanggung jawab ini. Sebab, isunya itu sangat kompleks. Kami bersyukur karena semuanya berjalan lancar. Sidang Umum juga menghasilkan banyak rekomendasi yang akan membawa perbaikan menyeluruh bagi pariwisata dunia. Kami yakin, kepercayaan pasar dunia terhadap pariwisata Indonesia akan terus naik,” lanjut wanita berkacamata tersebut.
 
Jam terbang tinggi dimiliki Nia di mancanegara. Nia sebelumnya pernah memimpin sidang gabungan antara UNWTO Komisi Regional Asia Timur dan Pasifik dan UNWTO Komisi Regional Asia Selatan tahun 2018 di Fiji. Mandat memimpim Sidang Umum UNWTO ke-23 pun diberikan. Hal ini sebagai kelanjutan mandat pertemuan regional UNWTO Komisi Regional Asia Timur dan Pasifik, Thimpu, Bhutan, Selasa (4/6).
 
“Kepercayaan besar dunia harus dijawab. Sebab, moment seperti ini langka. Kami harus selalu menunjukkan kalau Indonesia bisa dan memiliki kapasitas lebih. SDM (Sumber Daya Manusia) Indonesia secara umum juga bisa bersaing. Hal itu sudah dibuktikan dengan beragam pencapaian positif,” kata Nia lagi.
 
Memiliki kombinasi SDM handal dan solid, beragam capaian positif dibukukan pariwisata Indonesia. Pada 2018, pariwisata Indonesia tumbuh 2 kali lipat dari dunia. Pariwisata Indonesia tumbuh 12,58%. Bandingkan dengan posisi pariwisata dunia yang berada di kisaran 5,6%. Pertumbuhan pariwisata di Indonesia juga berada di strip 9 dunia. Untuk zona Asia di urutan 3, lalu berada di peringkat 1 ASEAN.
 
“Pariwisata Indonesia akan terus berprestasi di semua lini. Indonesia punya banyak keunggulan. Sebab, alam dan budaya di sini sangat eksotis. Masyarakat Indonesia juga sangat ramah terhadap wisatawan. Beragam atraksi terbaik ini juga didukung dengan aksesibilitas hingga amenitas luar biasa,” papar Nia.
 
Menjadi bintang dalam Sidang Umum UNWTO ke-23, Indonesia pun didukung delegasi lengkap. Selain Nia, bergabung juga Duta Besar (Dubes) RI untuk Kerajaan Spanyol. Dubes RI tersebut memang jadi Wakil Tetap Indonesia di UNWTO sekaligus Ketua Delegasi di Sidang Umum itu. Ada juga perwakilan dari Kementerian Luar Negeri dan Kedutaan Besar RI di Moskow.
 
“Kami tentu gembira karena dunia memberi keparcayaan besar bagi Indonesia. Mengambil peranan vital dalam Sidang Umum  UNWTO ke-23 menaikkan posisi tawar dan citra pariwisata Indonesia. Kami pun percaya kepercayaan pasar akan semakin tinggi dan mereka memilih Indonesia sebagai destinasi utama berlibur,” tutup Menteri Pariwisata Arief Yahya yang notabene Menpar Terbaik ASEAN tersebut.
 
(*)