4 Destinasi yang Dikunjungi Tamara Bleszynski Saat Pulang Kampung ke Polandia

Oleh Putu Elmira pada 09 Sep 2019, 16:03 WIB
Tamara Bleszynski

Liputan6.com, Jakarta - Tamara Bleszynski beberapa waktu lalu terlihat menikmati liburan di kampung halaman sang ayah, Polandia. Di sana, ibunda Teuku Rasya dan Kenzo tersebut menyambangi beberapa destinasi wisata yang cantik.

Satu di antaranya adalah Pałac Na Wyspie - Łazienki Królewskie atau Palace on the Isle. Dilansir dari warsawtour.pl, Senin (9/9/2019), taman luas ini adalah tempat favorit untuk jalan-jalan di tengah alam dan arsitektur yang indah.

Di jantung taman terdapat kediaman musim panas raja terakhir Polandia, Stanisław August Poniatowski. Nama kompleks berasal dari pemandian abad ke-17 dari bangsawan Polandia dan dibangun kembali pada abad ke-18 menjadi sebuah istana.

Di istana ini, Raja Stanisław August Poniatowski menjadi tuan ruman makan malam Kamis yang terkenal. Ia mengundang para sarjana dan penyair untuk membicarakan isu hari itu. Kini, istana tersebut menjadi museum tempat lukisan dari koleksi kerajaan.

Dari musim semi hingga akhir musim gugur, taman di sekitar istana dipenuhi bunga. Ada pula beragam hewan seperti tupai, burung merak, bebek, hingga angsa beratraksi di taman.

Sedangkan dalam potret yang dibagikan, Tamara Bleszynski tampak berada di jempatan tepat di seberang istana. Ia tampil kasual dalam balutan kaus hitam dipadu jaket biru, celana panjang hitam, sneakers putih, dan kacamata hitam.

Selain destinasi wisata sejarah itu, Tamara Bleszynski juga mengunjungi tempat lain di Polandia. Simak rangkuman lengkapnya di bawah ini.

2 of 5

Wieliczka Salt Mine

Tamara Bleszynski
Tamara Bleszynski saat berkunjung ke Wieliczka Salt Mine di kampung halamannya, Polandia. (dok. Instagram @tamarableszynskiofficial/https://www.instagram.com/p/B2BsjeqFqfE/Putu Elmira)

Tamara Bleszynski sempat menyambangi Wieliczka Salt Mine, sebuah tempat bersejarah di Wieliczka, Polandia. Dilansir dari wieliczka-saltmine.com, Senin (9/9/2019), tambang garam Wieliczka adalah salah satu monumen budaya material dan spiritual paling berharga di Polandia.

Setiap tahun, destinasi bersejarah ini dikunjungi lebih dari satu juta wisatawan dari seluruh dunia. Ini juga monuman kelas dunia yang menampilkan di antara dua belas objek dalam Daftar Warisan Budaya dan Alam Dunia UNESCO sejak 1978.

Saat ini, tambang garam tersebut menggabungkan tradisi berabad-abad lalu, sejarah beberapa ratus tahun, dan kota metropolis bawah tanah dengan infrastruktur yang luas. Tambang adalah produk karya puluhan generasi tambang, sebuah monumen bersejarah untuk Polandia.

Tambang budaya jauh di bawah tanah. Tambang ini menyediakan tempat untuk konser bawah tanah yang indah dan pertunjukan teater, di sinilah tempat pengambilan film dan pameran.

3 of 5

Market Square, Krakow

Tamara Bleszynski
Tamara Bleszynski saat berkunjung ke Market Square, Krakow di kampung halamannya, Polandia. (Screenshot Instagram @tamarableszynskiofficial/https://www.instagram.com/p/B2HBiVrFpjc/Putu Elmira)

Market Square Krakow di Polandia juga jadi tujuan Tamara untuk berjalan-jalan. Di sana, ia juga menghabiskan waktu untuk wisata kuliner menikmati sajian khas Polandia.

Dilansir dari visitkrakow.com, Krakow's Rynek Glowny (Central Square) adalah pusat Kota Tua abad pertengahan. Ada ragam tempat yang dapat dikunjungi mulai dari kafe, museum, bar musik, toko suvenir, landmark bersejarah, hingga hostel seluas 40 ribu kaki persegi diselingi dengan arsitektur abad pertengahan paling megah.

Ada pula menara gothic yang menjulang di St. Mary's Basilica di timur laut alun-alun. Di pusatnya, Sukiennice Cloth Hall abad pertengahan jadi pengingat tempat bersejarah Krakow sebagai pusat perdagangan dan perdagangan di Eropa Timur.

4 of 5

Muzeum Powstania Warszawskiego

Tamara Bleszynski
Tamara Bleszynski saat berkunjung ke Muzeum Powstania Warszawskiego di kampung halamannya, Polandia. (Screenshot Instagram @tamarableszynskiofficial/https://www.instagram.com/p/B18BTUdFFi6/Putu Elmira)

Dilansir dari 1944.pl, Muzeum Powstania Warszawskiego atau disebut The Warsaw Rising Museum dibuka pada peringatan 60 tahun pecahnya pertempuran di Warsaw. Museum ini merupakan penghormatan penduduk Warsaw kepada mereka yang berjuang dan gugur untuk kemerdekaan Polandia.

Pameran ini menggambarkan pertempuran dan kehidupan sehari-hari selama Rising atau Bangkit. Kompleksitas dari situasi internasional pada saat Rising digambarkan, termasuk tahun-tahun pasca-perang rezim Komunis dan nasib Pemberontak di Republik Rakyat Polandia (PRL).

Dengan total luas area lebih dari 3000 meter persegi ada 800 item pameran sekitar 1500 foto, film, dan rekaman suara sejarah hari-hari sebelum Rising dikisahkan. Pengunjung dipandu melalui tahapan Rising berikutnya hingga saat pemberontak meninggalkan Warsawa.

5 of 5

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by