Melestarikan dan Mengenal Budaya Jakarta dengan Nilai Sejarah Fatahillah

Oleh Liputan6.com pada 08 Sep 2019, 22:23 WIB
Fatahillah

Liputan6.com, Jakarta - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta mengadakan Pagelaran Nilai Tradisi Sejarah Fatahillah di Kawasan Kota Tua Jakarta pada Minggu, 8 Agustus 2019.

Selama ini kita sering mendengar atau melihat Museum Fatahillah di kawasan Kota, Jakarta Pusat. Tapi mungkin banyak yang belum mengenal Fatahillah, sosok yang sangat berjasa bagi Indonesia, terutama Jakarta. Fatahillah diketahui sebagai pahlawan yang mengusir tentara Portugis dari Teluk Jakarta di masa silam.

Acara yang dipandu oleh Indra Bekti dan Almira Alkatiri ini diadakan dalam rangka pelestarian seni budaya daerah serta pengembangan promosi dan informasi tentang nilai-nilai budaya bangsa.

"Acara ini diadakan dalam rangka pelestarian seni budaya daerah serta pengembangan promosi dan informasi tentang nilai-nilai budaya bangsa. Khususnya adat-istiadat, makanan, serta tata cara upacara adat masyarakat Betawi kepada masyarakat luas," terang Edy Junaedi, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta.

Drama kolosal yang dimainkan oleh lebih dari 150 orang ini menghadirkan beberapa aktor dan tokoh spesial. Diantaranya, Fatahillah diperankan oleh aktor Umar Lubis, Sunan Gunung Jati oleh Oding Siregar, dan S.Trenggono diperankan oleh Alvian.

Bagi Umar Lubis, ini merupakan pengalaman debutnya tampil di teater drama kolosal. Ini jadi tantangan baru baginya karena sebelumnya hanya akting untuk sinetron.Ia pun merasa senang dan bangga bisa memerankan tokoh pahlawan Indonesia.

Fatahillah
Pagelaran Fatahillah. foto: istimewa

"Ini pengalaman pertama saya main di teater kolosal karena selama ini saya banyak di sinetron. Mungkin bedanya kalau di sinetron mediumnya terbatas, kecil, kalau di drama kolosal kan luas, juga vokalnya. Ini adalah tantangan buat saya. Ya, saya sangat senang dan bangga bisa memerankan tokoh Fatahillah," tutur Umar di Plaza Fatahillah Kawasan Kota Tua Jakarta Barat pada Minggu, 8 September, 2019.

Menurut Umar, memerankan tokoh Fatahillah bukanlah hal yang mudah. Ia harus membaca banyak literatur dan video dokumenter terkait tokoh tersebut.   

Bagi pria yang akrab disapa Umay ini, banyak pesan yang disampaikan dalam drama kolosal tersebut terutama pentingnya mengingat sejarah.

"Banyak -pesan yang disampaikan dalam drama ini karena Fatahillah adalah tokoh sejarah nasional yang mungkin sekarang banyak yang kurang tahu Fatahillah itu siapa. Padahal Fatahillah adalah pendiri kota Jakarta dan punya andil dalam perjuangan kemerdekaan negara kita," ucap Umay.

Selain drama kolosal Fatahillah, acara yang berlangsung sejak pagi hari ini diisi kegiatan menarik seperti mencicipi kuliner khas Betawi, lenong Betawi, silat massal, pertunjukkan musik gambus, senam massal, penampilan Keroncong Senja, dan Betawi street fashion.