6 Wisata Mercusuar Indonesia, Menikmati Pesona Pantai dari Atas Ketinggian

Oleh Asnida Riani pada 18 Agu 2019, 07:05 WIB
Mercusuar di Pulau Lengkuas

Liputan6.com, Jakarta - Indonesia terkenal memiliki banyak pantai yang indah. Hamparan lautan biru, pasir butih dan deburan ombak dapat membuat hati tenang. Anda juga bisa menikmatinya dengan berjemur, bermain air, atau membuat istana dari pasir pantai. Namun, rekreasi ke pantai akan terasa lebih istimewa jika dapat melihat pemandangan indah dari mercusuar.

Kebanyakan mercusuar di Indonesia dibangun pada zaman Belanda. Bangunan tinggi di dekat lautan itu dibangun untuk membantu navigasi kapal serta pemberi cahaya untuk kapal pada malam hari.

Jika Anda tertarik untuk melihat deburan ombak yang menghempas karang secara langsung, Anda bisa melihatnya dari atas mercusuar. Anda juga bisa mendapatkan banyak nilai sejarah dari bangunan sejak zaman kolonial Belanda ini.

Agar liburanmu di pantai lebih berwarna, Liputan6.com merekomendasikan enam lokasi wisata mercusuar di Indonesia yang dirangkum dari berbagai sumber. Apa saja?

Mercusuar Pulau Lengkuas, Belitung

Keindahan pantai di Pulau Belitung sudah tidak perlu diragukan lagi. Anda tentunya tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan untuk melihatnya jika berkunjung ke Belitung. Pantai Tanjung Kelayang adalah salah satu pantai yang memiliki mercusuar di tengah lautnya.

Mercusuarsetinggi 52 meter ini sudah dibangun sejak 1882 oleh kolonial Belanda, Z.M. Willem III. Kelelahan menaiki banyak anak tangga langsung terbayarkan dengan pemandangan laut lepas Pulau Lengkuas ini. Tak hanya itu, Pulau Burung juga dapat terlihat dari kejauhan.

Untuk dapat masuk ke sini, Anda harus mencuci kaki terlebih dahulu agar air pantai tidak merusak bangunan. Harga tiket mercusuar ini adalah Rp5 ribu.

2 of 7

Mercusuar Tanjung Kalian, Bangka

Tak jauh dari Belitung, Bangka juga memiliki mercusuar yang dapat membuat Anda menikmati keindahan Pantai Tanjung Kalian yang terletak di Muntok, Kabupaten Bangka Barat. Bangunan ini berdiri menjulang dengan tinggi 65 meter dan menjadi salah satu mercusuar yang paling tua di Indonesia karena dibangun pada 1862.

Mercusuar ini menjadi saksi bisu kenangan kelam yang terjadi pada 1942. Pembantaian massal (Banka Massacre) dilakukan oleh tentara Jepang menyebabkan 64 orang tewas. Kenangan tersebut kini tertuang dalam tugu memorial di depan menara suar ini.

Anda hanya perlu mengeluarkan uang untuk tiket masuk sebesar Rp5 ribu saja dan Anda sudah bisa melihat hamparan pantai lepas serta gugusan perbukitan Gunung Menumbing.

3 of 7

Mercusuar Willem Toren III, Aceh

6 Wisata Mercusuar Indonesia, Nikmati Pesona Pantai dari Atas Laut
Mercusuar Willem Toren III. (dok. Instagram.com/pesonaid_travel/https://www.instagram.com/p/B1JMGTg4N_/Novi Thedora)

Berpindah ke sisi paling barat di Indonesia, Desa Meulingge yang terletak di Pulau Breuh, Aceh. Desa ini memiliki mercusuar bernama Mercusuar Willem Toren III yang dibangun pada 1875.

Bangunan yang menjulang setinggi 85 meter tersebut awalnya ditujukan sebagai mercusuar untuk pelabuhan transit Selat Malaka karena lokasinya yang merupakan perbatasan dengan Malaysia, Thailand dan India.

Posisinya yang berbatasan dengan negara lain menyuguhkan kita pemandangan samudera lepas. Bangunan berwarna merah putih ini dapat Anda kunjungi setelah melewati beberapa bukit yang dikelilingi hutan lebat. Anda dapat menggunakan motor untuk sampai ke mercusuar ini dengan menyewa kepada warga lokal.

4 of 7

Mercusuar Pantai Baron, Yogyakarta

Bergeser ke Pulau Jawa, Mercusuar Pantai Baron adalah wisata mercusuar lainnya yang dapat Anda kunjungi. Mercusuar yang terletak di Pantai Baron, Gudungkidul, Yogyakarta ini memiliki tinggi 40 meter.

Jika mercusuar di Indonesia umumnya dibangun saat masa kolonial Belanda, mercusuar ini dibangun oleh Ditjen Perhubungan Laut Kementrian Perhubungan Yogyakarta dan selesai pada 2014.

Anda dapat menikmati indahnya Pantai Baron tanpa ada halangan apapun dari puncak mercusuar ini. Selain itu, Anda juga masih bisa melihat Pantai Indrayanti dan Pantai Kukup.

Jangan lupa untuk berfoto di atas sini agar pemandangan indah tersebut dapat lebih terkenang. Biaya yang harus Anda keluarkan untuk masuk ke mercusuar ini adalah Rp5 ribu per orang.

5 of 7

Mercusuar Cikoneng, Banten

Mercusuar cikoneng
Mercusuar Cikoneng (Liputan6.com/Yandhi Deslatama)

Berpindah ke pantai di Anyer, mercusuar ini terletak di Kampung Bojong, Desa Cikoneng, Anyer, Banten. Mercusuar ini dibangun pada tahun 1885 dan merupakan tonggak pembangunan jalan dari Anyer hingga ke Panarukan.

Bangunan tinggi berwarna putih ini akan menyuguhkan kita pemandangan lautan lepas, Jalan Raya Anyer dan hamparan bukit hijau. Namun sebelum mencapai keindahan tersebut, kita harus menaiki 286 anak tangga karena tinggi bangunan ini mencapai 75,5 meter.

Tak hanya pemandangan yang didapat, pengetahuan mengenai sejarah tentang mercusuar pun bisa anda dapatkan jika mengunjungi bangunan dengan 18 lantai ini. Tak ada biaya masuk untuk mercusuar ini, hanya saja Anda perlu mempersiapkan uang parkir untuk kendaraan Anda.

6 of 7

Mercusuar Pulau Biawak, Indramayu

Pulau Biawak di Indramayu, Jawa Timur juga memiliki keindahan yang luar biasa. Keindahan ini akan lebih terasa nyata dengan melihat pemandangan dari Mercusuar Pulau Biawak. Mercusuar ini telah berdiri sejak 1872 dan memiliki tinggi mencapai 65 meter.

Dibangunnya mercusuar ini pada awal ditujukan sebagai pengatur lalu lintas kapal saat Karesidenan Cirebon. Hingga saat ini, Mercusuar Pulau Biawak masih difungsikan sebagai pemandu kapal yang melintas. Badan menara yang terbuat dari besi membuat mercusuar ini berbeda dari mercusuar umumnya yang terbuat dari bata.

Setelah menaiki 300 anak tangga, Anda dapat menikmati pemandangan dermaga dan perpaduan pohon pinus dan bakau. Kesejukan mata akan lebih terasa jika Anda berkunjung ke sini waktu senja. Jangan lupa untuk terus berhati-hati karena teras di puncak menara hanya selebar 80 cm. (Novi Thedora)

 

7 of 7

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓